Mentan dan Kabulog Tinjau Langsung Pasokan dan Harga Beras

Jumat, 14 September 2018, 09:49 WIB

Mentan dan Kepala Bulog sidak di Pasar Induk Beras Cipinang

AGRONET--Jakarta, Jumat (14/9) Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dengan menggunakan batik cokelat dengan motif warna hijau,bersama Kepala Bulog, Budi Waseso, dan Direktur Pengadaan Bulog, Bachtiar, melakukan inspeksi mendadak di pasar induk Kramat Jati dan Pasar Induk Beras Cipinang.  Dalam kesempatan ini Andi Amran dan rombongan menyaksikan sendiri harga yang berlaku di pasaran. Ia telah memastikan bahwa suplai beras lancar dan harga terkendali. 

Berdasarkan pantauan langsung didapatkan bahwa harga beras dan kebutuhan pokok lainnya stabil. Beras dijual dalam kisaran harga Rp 8200 hingga Rp 8500/Kg. Saat di Pasar Induk Beras Cipinang Andi Amran sempat menemui salah satu pedagang beras yang bernama Pak Oy, pemilik toko beras Sinar Jaya.

"Bagaimana suplai berasnya, Pak?" tanya Mentan. "Tidak ada kendala ya?"

"Lancar, Pak. Aman, " jawab Pak Oy singkat. 

Pak Oy menjelaskan bahwa kisaran harga Rp 8000-an itu merupakan harga beras KW 3 atau kualitas ketiga. Mentan dan dan rombongan memang hanya sebentar singgah di toko Sinar Jaya. Rombongan kemudian beralih ke tengah-tengah pasar. Setelah melewati gudang yang dipenuhi timbunan beras, Mentan, Kepala Bulog dan rombongan resmi memberikan keterangan persnya. 

Kepala Pasar Induk Beras Cipinang, Arif Prasetya Adi, mengatakan pasokan beras sampai hari ini, Jumat (14/9) masih stabil, pagi tadi sampai dengan jam tujuh masih 3000 ton. Itu berarti masih diatas batas aman. Sedangkan stok beras seluruhnya yang ada di pasar induk cipinang ini di atas 47 ribu ton. Dan hari ini juga tidak ada beras impor di Cipinang. Seluruhnya beras lokal. Saat ini pasokan berasal dari panen Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Karena curah hujan mulai turun, kita juga mulai ambil dari Makassar, Sulawesi Selatan.

"Sampai saat ini kita menggunakan beras lokal. Apabila kita membutuhkan bantuan, kalau kurang, nanti pasti saya sampaikan kepada Dirut Bulog dan Pak Mentan,"tutup Arif. (222) 

 

 

BERITA TERKAIT