Pembudi Daya di Natuna Ekspor Kerapu Hidup

Jumat, 14 September 2018, 10:11 WIB

Ikan Kerapu Putih | Sumber Foto:KKP

AGRONET -- Bisnis budi daya kerapu masih menjadi pilihan yang menjanjikan bagi sebagian masyarakat di Natuna, Kepulauan Riau. Peraturan dan regulasi yang ada diharapkan dapat lebih mendukung terutama untuk komoditas ekspor.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan volume ekspor kerapu dari Natuna masih berjalan normal. "Sepanjang tahun ini, aktivitas ekspor masih stabil. Secara geografis juga diuntungkan karena akses pasar dari Natuna menuju Hongkong atau ke Tiongkok relatif cukup dekat,” ujar Slamet di Jakarta, Kamis (13/9).

Slamet menambahkan untuk ekspor kerapu dari wilayah timur Indonesia terjadi penurunan karena akses yang jauh dari pelabuhan muat singgah. Di sisi lain, ujar dia, usaha budi daya tidak terpusat dan kuota panen dinilai belum menutupi kapasitas angkut.

Pembudi daya ikan kerapu di Natuna, Eko Prihananto, dalam rilis KKP, mengatakan nilai sekali ekspor kerapu hidup ke Hongkong mencapai Rp1,45 miliar. "Sekali ekspor sedikitnya 16 ton. Pada tahun ini sudah 11 kali ekspor,” ungkapnya.

Terkait pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Kapal Pengangkut Ikan Hidup, Eko melihat tidak ada dampak berarti. Budi daya kerapu di Natuna tetap berjalan normal. (591)