Stok Beras 2,7 Juta Ton, Bulog Tak Impor Beras

Jumat, 14 September 2018, 14:12 WIB

Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Perum Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, pada hari Jumat (14/9)

AGRONET--Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Perum Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, pada hari Jumat (14/9), Mentan, Kepala Bulog, dan rombongan menyaksikan sendiri bahwa pasokan beras aman dan lancar. Dan harga beras terpantau stabil dengan harga batas bawah Rp 8.200 per kg.

Direktur Pengadaan Bulog, Bachtiar, mengatakan bahwa pengadaan beras dalam negeri tahun ini sudah tembus 1,5 juta ton. Digunakan di antaranya untuk bantuan sosial rastra (beras sejahtera), bencana alam, maupun operasi pasar. 

"Melihat stok yang ada sekarang, saya rasa kita belum perlu impor. Ini karena stok kita sekarang total 2,7 juta ton," ujar Bachtiar.

Bachtiar juga menjelaskan, bahwa untuk memenuhi ketersediaan beras nasional, Perum Bulog telah menambah kapasitas gudangnya. Saat ini Perum Bulog sudah menambah sewa gudang untuk menyimpan stok 500 ribu ton beras. Karena sekarang masih ada panen dan Perum Bulog juga menyerap beras dari petani, Bachtiar memastikan bahwa kondisi saat ini tidak perlu impor beras.

Sementara Budi Waseso, Kepala Perum Bulog, mengatakan bahwa karena stok aman, maka belum perlu suplai dari Bulog.  "Karena sampai hari ini suplainya dari dalam negeri, dari petani Indonesia sudah sangat cukup. Sehingga tidak perlu impor beras. Dan ketersediaan stok di gudang beras Bulog diproyeksikan akan mencukupi hingga akhir tahun ini," kata Budi Waseso. (222)