KKP Optimistis Mina Padi Tingkatkan Pangan Nasional

Jumat, 14 September 2018, 23:51 WIB

Panen raya mina padi di Sukoharjo | Sumber Foto:KKP

AGRONET-- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai pengembangan mina padi di beberapa daerah berjalan dengan baik. KKP optimistis program tersebut mampu meningkatkan suplai pangan nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, mengatakan keberhasilan mina padi khususnya di Sukoharjo, Jawa Tengah, akan mendorong percepatan pengembangan mina padi secara nasional. Menurutnya, program tersebut terbukti mendongkrak ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Potensi lahan persawahan nasional mencapai 8,1 juta hektar. Dari luas tersebut sekitar 4,9 juta hektar efektif untuk pengembangan mina padi. Ini sebuah keunggulan luar biasa jika kita optimalkan,” ungkap Slamet saat melakukan panen raya mina padi di Sukoharjo, Jum'at (14/9).

Slamet menjelaskan banyak tantangan dalam meningkatkan pangan nasional. Selain perubahan iklim dan lingkungan global, masalah alih fungsi lahan sawah untuk industri dan perumahan perlu mendapat perhatian serius.

Untuk itu dia mengimbau kepada pemerintah daerah agar konsisten menerapkan peraturan mengenai tata ruang wilayah. “Saya menyarankan ada alokasi pemanfaatan ruang bagi pengembangan mina padi," pungkasnya.

Mina padi merupakan usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah yang sedang ditanami padi sebagai kolam ikan. Kegiatan ini sudah berjalan di Sleman dan Sukoharjo.

Dari catatan KKP, panen mina padi di Sukoharjo dilakukan pada lahan seluas 18  hektar. Hasil panen menunjukkan produktivitas padi naik dari rata-rata 7 ton menjadi 9-10 ton per hektar dalam satu musim tanam.  Sementara tambahan pendapatan dari ikan 1-2 ton. Pada percontohan ini juga digunakan pakan mandiri sehingga menghemat biaya produksi.

Program mina padi merupakan kerja sama antara KKP dengan badan pangan dan pertanian dunia FAO (Food and Agriculture Organization). FAO menjadikan Indonesia sebagai rujukan model pengembangan mina padi untuk level Asia Pasifik. (591)