Mina Padi Indonesia Jadi Acuan Model Badan Pangan Dunia

Sabtu, 15 September 2018, 01:40 WIB

Dirjen Perikanan Budi Daya, Slamet Soebjakto | Sumber Foto:KKP

AGRONET--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan badan pangan dan pertanian dunia FAO (Food and Agriculture Organization) mengembangkan mina padi di Indonesia. Program tersebut merupakan upaya meningkatkan ketahanan pangan baik secara nasional maupun global.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam rilis KKP yang diterima Agronet.co.id, Jumat (14/9), mengatakan program mina padi adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan. Menurutnya ini salah satu yang melatarbelakangi FAO melirik Indonesia sebagai acuan model program mina padi untuk skala wilayah Asia Pasifik.

FAO mendorong negara dunia untuk menerapkan konsep Ecosystem Approach for Aquaculture (EAA). Konsep ini mengintegrasikan budi daya perairan dengan sektor lain.

Aquaculture Officer dari FAO Regional Asia Pasific, Miao Weimin, mengungkapkan keberhasilan Indonesia dalam proyek mina padi  diharapkan menjadi contoh bagi negara lain untuk mendukung FAO dalam menyediakan sumber pangan dunia. Dia berharap Indonesia dapat melanjutkan program tersebut pada skala yang lebih luas.

Perwakilan FAO Jakarta, Stephen Rudgard, menambahkan program mina padi di Sukoharjo sesuai dengan standar dunia. Aspek itu seperti memperhatikan kesehatan pangan dan keselamatan lingkungan.

Menurut catatan KKP sistem mina padi dapat meminimalkan resiko serangan hama, pengurangan penggunaan pupuk, serta tidak menggunakan pestisida. Kotoran ikan juga menyuburkan padi. Beberapa spesies mina padi seperti ikan nila, gurame, lele, udang, serta ikan hias.

Hingga tahun 2017, total lahan mina padi produktif mencapai 128.000 hektar, tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan beberapa daerah lainnya. (591)