Riset Bencana di Indonesia Sangat Minim

Jumat, 05 Oktober 2018, 14:49 WIB

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengritik masalah riset maritim di Indonesia. Menurut Luhut, sebagai negara kepulauan, riset kemaritiman dan bencana di Indonesia tergolong minim.

“Ibaratnya gempa di Indonesia itu sudah seperti sarapan pagi. Ini karena negara kita berada di posisi ring of fire [cincin api],” papar Luhut kemarin (4/10] di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dia berpendapat Indonesia kurang memanfaatkan ilmu. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, sambungnya, mestinya Indonesia bisa lebih banyak melakukan riset kebencanaan atau yang terkait dengan kelautan.

Dalam pandangaan Luhut, penelitian tentang kemaritiman selama ini lebih banyak bersifat reaktif. “Masih sangat jarang penelitian yang dilakukan untuk pencegahan bencana. Biasanya penelitian dilakukan setelah ada bencana,” paparnya.

Ia meminta agar semua pemangku kepentingan kemaritiman  berkomitmen untuk memperbanyak riset. Luhut mengutarakan, riset itu memegang peran penting. Hasil riset seharusnya bisa menjadi informasi awal masyarakat jika sewaktu-waktu ada bencana lagi.

Mantan duta besar di Singapura itu mengajak masyarakaat untuk memberikan dukungan atas kegiatan riset para ilmuwan dan tenaga ahli Indonesia. “Sebagai suatu bangsa, kita harus bisa membangun kebersamaan,” jelasnya. [442]

BERITA TERKAIT