Wah...Kini Tulang Ikan Patin Bisa Menjadi Makanan Bayi

Jumat, 05 Oktober 2018, 15:48 WIB

Ikan patin

AGRONET -- Berbagai inovasi produk makanan yang sehat dan bergizi terus dikembangkan. Makanan yang selama ini tidak dipakai atau dianggap sisa, melalui penelitian dan formulasi yang tepat dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi.

Hal itu yang dilakukan sejumlah dosen di sebuah universitas di Riau. Tulang ikan patin  diformulasikan menjadi makanan. 

Melalui serangkaian penelitian dan penilaian  gizi, tulang ikan patin dijadikan tepung.  Hasil fomulasi tulang ikan patin ini dapat mencegah tumbuhnya stunting atau anak pendek.

Nur Aprianis yang juga ketua peneliti, mengatakan tulang ikan patin mempunyai protein dan kalsium yang cukup tinggi, mengandung fosfor, yang berguna untuk pertumbuhan tulang balita. “Pemanfaatannya dengan diolah menjadi tepung dan dijadikan bihun untuk balita stunting,” ujarnya, kemarin (4/10).

Nur yang juga dosen di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kampar, Riau, menambahkan proses penelitian sudah berlangsung sejak tahun 2017. Dia bersama temannya, Vera Wati Besti dan M. Nurman, beralasan memilih tulang ikan patin karena Kabupaten Kampar merupakan daerah penghasil patin.

Produk penelitian ini, kata Nur, sudah mendapat hak cipta, memperoleh perlindungan penuh sesuai Undang-Undang No. 28 Tahun 2014. Hak Paten diperoleh dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Kabupaten Kampar sebagai sentra ikan patin nasional dengan produksi mencapai 500 ribu ton per tahun. Kampar memiliki area potensial perikanan darat sekitar 14 ribu hektare untuk kolam dan 16.400 hektare untuk keramba. (591)

Komunitas