Serangan OPT Harus Dikendalikan Sedini Mungkin

Selasa, 09 Oktober 2018, 16:27 WIB

Hama tanaman padi. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET—Target produksi beberapa komoditas terkadang tak memenuhi harapan yang diinginkan. Salah satu penyebabnya adalah serangan organisme pengganggu tumbuhan [OPT] yang membuat hasil panen porak poranda.

Untuk itu, Kepala Balai Besar Peramalan OPT [BBPOPT] Kementerian Pertanian, Tri Susetyo, menekankan agar pengamatan terhadap keberadaan OPT dilakukan lebih intensif. “Tujuannya agar kita mengetahui populasi OPT maupun intensitas serangan hama tersebut,” papar Tri, hari ini [9/10] di Karawang, Jawa Barat.

Ia menambahkan, deteksi sejak dini terhadap keberadaan OPT akan ikut menentukan hasil panen. Dengan mengamati secara intensif OPT, maka tindakan awal atau bahkan pencegahan bisa dilakukan secara tepat dan akurat. Ia pun meminta agar petugas dan petani bisa mengendalikan OPT secara optimal.

Menurut staf BBPOPT, Lilik Retnowati, petani tak boleh kecolongan atas keberadaan OPT. Saat ini, ujarnya, banyak petani yang telah mampu melakukan pengamatan secara mandiri dan rutin untuk mengatasi OPT.

“Tentu saja para petani juga kita didik tentang pengetahuan OPT. Sikap dan keterampilan mereka juga makin meningkat,” paparnya.

Ia menjelaskan, kunci utama penangangan OPT justru terletak pada kesiapan dan kesigapan petani. Meski demikian, kata dia, petugas lapangan akan terus mendampingi untuk mengamati secara detail dan menanggulangi serangan OPT. Ia berharap agar petani tidak kecolongan atas serangan OPT.

Pemandu lapangan BPPOPT, Yadi Kusmayadi, mengemukakan bimbingan teknis pengendalian OT pada para petani sudah dilakukan secara terus-menerus. Pendampingan itu pun memberi hasil positif.

Selama Januari-September 2017, lahan yang terkena OPT mencapai 368.900 hektare [ha] dan puso seluas 8.892 ha. Sedangkan periode sama 2018, serangan OPT menimpa 241.745 ha lahan dan yang mengalami puso seluas 2.393 ha.[442]

 

BERITA TERKAIT