Tiga Waduk di Madiun Kekeringan

Rabu, 10 Oktober 2018, 08:42 WIB

Salah satu waduk yang kekeringan di Madiun, Jawa Timur | Sumber Foto:KBRN

AGRONET--Selama musim kemarau tahun ini tercatat ada tiga waduk yang mengalami penyusutan air secara drastis di Madiun, Jawa Timur. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kabupaten Madiun, Arnowo,  Selasa [9/10], mengatakan tiga waduk tersebut adalah Waduk Saradan, Notopuro, dan Dawuhan. 

Karena mengalami kekeringan yang signifikan, maka waduk berhenti berfungsi mengairi sawah petani sejak beberapa bulan terakhir. "Debit air di waduk sangat kritis dan tidak bisa lagi digunakan untuk mengairi sawah petani. Makanya, kami hentikan," ujar Arnowo di Pendopo Muda Graha Madiun.

Arnowo menegaskan, penghentian operasional waduk saat kering sangatlah penting, sebab, jika dipaksakan beroperasi maka mengakibatkan konstruksi waduk rusak. "Operasional waduk baru bisa kembali dijalankan saat memasuki musim hujan tiba, nanti," kata dia, seperti dikutip kantor berita Antara.

Sesuai data, luasan sawah yang berhenti mendapat pasokan air akibat tidak beroperasinya irigasi dari ketiga waduk tersebut mencapai 4.696 hektare lebih. Adapun sawah-sawah tersebut terdapat di Kecamatan Saradan, Wonoasri, dan Pilangkeceng. Untuk itu, Pemkab Madiun mengimbau petani tidak menanam padi saat musim tanam kemarau berlangsung.

Sesuai arahan, petani di Kabupaten Madiun diminta menerapkan pola tanam padi-padi-palawija guna menghindari gagal panen yang dapat menyebabkan kerugian dari pihak petani sendiri. Sedangkan bagi petani yang nekad menanam padi, untuk pengairan sawah, Pemkab Madiun mengandalkan keberadaan 192 sumur pompa dalam. Selain itu, petani juga menggunakan sumur pompa dangkal atau diesel secara swadaya. (KBRN/222) 

BERITA TERKAIT