Kementan Pantau Panen Jagung di Tuban

Rabu, 10 Oktober 2018, 11:30 WIB

Jagung

AGRONET--Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yg diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan - Gatut Sumbogodjati, dan Badan Ketahanan Pangan yg diwakili oleh Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Riwantoro, bersama wakil-wakil dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta wakil dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), melakukan pemantauan pertanaman dan panen jagung di Kabupaten Tuban, khususnya di Kecamatan Merakurak dan Montong.

Pemantauan bersama ini bertujuan untuk melihat bukti bahwa pada saat ini terdapat penanaman dan panen jagung khususnya di Tuban yang dapat mencukupi kebutuhan Industri Pakan Ternak, paling tidak untuk periode Oktober - Desember 2018. Dengan demikian diharapkan agar pihak Industri pakan ternak tidak perlu mendapatkan bahan baku jagung dari impor.

Potensi panen Jagung periode Oktober – Desember 2018 di Jawa Timur seluas 211.396 hektare. Bila dihitung rata-rata provitas 6 ton, maka potensi produksi jagung di Jatim pada periode tersebut sebanyak 1,2 juta ton, dimana 63,1 ribu ton ada di Tuban. Jumlah itu diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan industri pakan,khususnya di Jatim.

Sementara itu guna mendukung pemenuhan kualitas jagung terutama aspek kadar air dan aflatoxin, Kementan terus melakukan pembinaan dan memberikan bantuan alat mesin pertanian kepada petani. Bantuan alat mesin pertanian untuk menangani pasca panen jagung yaitu combine harvester jagung (alat panen), dryer (pengering), dan corn sheller (alat pemipil). Dengan bantuan tersebut diharapkan produk jagung petani semakin berkualitas sesuai permintaan industri pakan.

Pada kesempatan tersebut, baik pihak kementan maupun GPMT sama-sama melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan cek laboratorium khususnya terhadap aflatoxin, yang ditargetkan di bawah 20 ppb.
Proses penanganan pascapanen dilakukan secara ideal dengan menggunakan mesin pengering (dryer) di lokasi terdekat yang kebetulan poktan penerima bantuan dryer tahun 2015.Terakhir, Gatut meminta dukungan dan komitmen semua pihak agar kesejahteraan petani semakin meningkat, dalam hal ini dengan menggunakan produk jagung dalam negeri. (222)