Susi Pudjiastuti Prihatin dengan Nelayan Jembrana

Kamis, 11 Oktober 2018, 07:16 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendengarkan pertanyaan wartawan saat menyampaikan pencapaian hasil tangkap dan budi daya ikan nasional tahun 2018 di gedung KKP Jakarta. | Sumber Foto: AGRONET/Hamdan Zalik

AGRONET -- Saat hasil tangkapan melimpah, harga ikan di Jembrana, Bali, merosot tajam. Pemerintah dan perusahaan daerah diminta membantu agar nelayan tidak merugi.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat mengunjungi pelabuhan perikanan nusantara (PPN) di Pengambengan, Jembrana, Rabu (10/10) mengatakan pada musim panen biasanya harga ikan di atas Rp10 ribu. Saat ini turun Rp9 ribu per kilogram.

Dengan harga ikan yang murah itu, Susi mengaku prihatin terhadap nasib nelayan. Dia mengajak pemerintah daerah agar menampung hasil tangkap nelayan.

"Sistem ini harus diperbaiki, tengkulak tidak boleh lagi mempermainkan harga. Bulog dan pemerintah daerah dapat membeli ikan dan menetapkan harga terendah,” ujar Susi.

Dalam kunjungan itu, Susi menemukan sistem pelelangan ikan di PPN Pengamben kurang maksimal. Masih ditemukan pelelangan berlangsung tertutup sehingga rawan terjadi kompromi-kompromi yang merugikan nelayan.

Dia juga prihatin karena hasil tangkapan nelayan yang dibeli tidak langsung dibayar oleh pengusaha ikan. Pembayaran baru dilakukan pada bulan-bulan tertentu. 

Kabupaten Jembrana memiliki luas wilayah laut sekitar 604, 24 km2. Potensi sumber daya perikanan laut mencapai 56.947 ton pertahun. Komoditas hasil tangkap antara lain: tongkol, layang, lobster, dan kerapu. (591)