Indonesia-Brunei Darussalam Jajaki Kerja Sama Pertanian

Minggu, 14 Oktober 2018, 00:19 WIB

Pertemuan bilateral Mentan Andi Amran dan Menteri Pertanian Brunei Darussalam, Mr Dato Ali Apong. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET--Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menghadiri pertemuan ke-40 para Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan ASEAN (40th AMAF) di Hanoi, Vietnam.  Selain dalam forum AMAF, Amran juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Brunei Darussalam, Mr  Dato Ali Apong.

“Iya kita dengan Brunei Darussalam ini sebagai keluarga besar. Kita bersahabat, berada satu pulau di Kalimantan. Ikatan persaudaraan lebih penting dan segalanya dibandingkan aspek yang lain,” ujar Amran di Hanoi beberapa hari lalu, Kamis (11/10).

Lebih lanjut Amran menyampaikan Indonesia dengan Brunei Darussalam memiliki kedekatan sejarah, kesamaan kondisi lingkungan dan sumber daya alam, serta agroklimat. “Sehingga Indonesia-Brunei Darussalam penting menjalin kerjasama di bidang pangan,” ucapnya.

Saat mulai pertemuan bilateral, Mr Dato Ali Apong mengucapkan terima kasih kepada Andi Amran Sulaiman atas dukungannya terhadap upaya pengembangan pertanian padi di Brunei Darussalam. Ia berharap untuk terus ditingkatkan dan dilanjutkan.

“Kementerian Pertanian Brunei Darussalam telah bekerjasama dengan salah satu perusahaan swasta penyedia bibit padi varietas unggul “Sembada” asal Indonesia,” tutur Ali Apong.

Menurutnya, berkat dukungan penyediaan bibit padi varietas unggul tersebut, produktivitas padi di Brunei Darussalam telah meningkat secara signifikan menjadi 6 ton per hektare. Sebelumnya hanya 2 ton per hektare. Ini sangat berarti dan penting bagi kecukupan pangan Brunei Darussalam.

“Peningkatan produktivitas menjadi perhatian utama, di saat keterbatasan Brunei Darussalam dalam penyediaan tambahan lahan untuk pangan,” sebutnya.

Menanggapi pernyataan Mr Dato Ali Apong,  Amran menyambut baik dan ini menjadi potensi sangat besar bagi kedua Negara untuk bersinergi mengembangkan pertanian, khususnya di wilayah perbatasan. Keberhasilan upaya ini tidak hanya akan menjamin kecukupan dan keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat di kedua Negara, tetapi juga menjamin kecukupan pasokan pangan bagi masyarakat di wilayah ASEAN serta dunia.

“Kerjasama bidang pertanian di wilayah perbatasan juga dapat diperluas tidak hanya mencakup Indonesia dan Brunei Darussalan, tetapi juga Negara-negara lain yang berbatasan di wilayah ASEAN,” ungkap Amran.

Selanjutnya Amran mengatakan peningkatan produktivitas perlu upaya terintegrasi, tidak hanya pemanfaatan varietas unggul, tetapi juga introduksi inovasi dan teknologi pengelolaan air dan sumber hara. Bahkan mekanisasi yang dapat mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pada wilayah-wilayah pertanian suboptimal.

“Dari semula hanya satu kali tanam per tahun menjadi 2 atau bahkan 3 kali tanam per tahun,” terangnya.

 

Pada kesempatan itu, Amran juga mengundang Mr Dato Ali Apong untuk berkunjung ke Indonesia. Ia mengajak Mentan Brunei Darussalam tersebut melihat  langsung kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Serta kemungkinan membahas rencana kerjasama pengembangan sektor pertanian di wilayah perbatasan kedua negara. Kerjasama membangun sinergi permanen yang akan melibatkan BUMN dan swasta. Sehingga terjadi peningkatan produksi, nilai tambah, dan kesejahteraan petani di kedua negara. Mr Dato Ali Apong menyambut baik undangan Amran tersbut. Dan berjanji akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu waktu dekat. (222)