LIPI Buka Uji Kompetensi Penilai Terumbu Karang

Senin, 15 Oktober 2018, 11:32 WIB

Para pegawai mengikuti upacara di kantor LIPI Jakarta. | Sumber Foto: LIPI

AGRONET -- Dalam pengelolaan sektor kelautan diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang andal. Khususnya, dalam menjaga ekosistem terumbu karang dibutuhkan SDM yang mempunyai kompetensi dan tersertifikasi secara nasional.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dirhamsyah, mengatakan penyiapan SDM yang memiliki kompetensi merupakan hal penting di tengah isu global saat ini. Dalam kerangka coral reef rehabilitation and management program-coral triangle initiative (COREMAP-CTI) atau pemeliharaan terumbu karang, kebutuhan SDM yang mempunyai sertifikasi sangat diperlukan dalam menjaga sumber daya kelautan.

Untuk menjawab kebutuhan SDM di bidang penilai kondisi ekosistem terumbu karang, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Tahun 2017 lembaga ini mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dirhamsyah menjelaskan dalam penyiapan SDM di bidang penilai terumbu karang, LIPI bekerja sama dengan instansi lain. “Tahun ini kita menetapkan tiga perguruan tinggi sebagai penyelenggara tempat uji kompetensi (TUK), termasuk Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Diponegoro (Undip),” ujarnya di kampus Undip, Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/10).

Universitas lain yang telah ditunjuk LIPI sebagai penyelenggara tempat uji kompetensi, yakni FIKP Sam Ratulangi, Manado, dan FIKP Universitas Maritim Raja Ali Haji Bintan, Kepulauan Riau.  Untuk uji kompetensi penilai terumbu karang, LIPI juga telah merintis Unit Pelaksana Teknis di Pulau Pari, Jakarta.

Dia berharap melalui kerja sama dengan universitas ini dapat mempermudah dan meringankan biaya masyarakat untuk memperoleh sertifikasi. “Bagi dosen, mahasiswa, atau yang baru lulus kuliah mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan sertifikasi ini. Jadi, mahasiswa kita nantinya mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya. (591)