KKP Gelontorkan Rp82,1 Miliar Bangun SKPT Sebatik

Senin, 15 Oktober 2018, 13:22 WIB

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan (PSDI) KKP dan rombongan dalam kunjungan kerja ke Sebatik, Kalimantan Utara. | Sumber Foto: KKP

AGRONET -- Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan (PSDI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yuliadi, dalam kunjungan ke Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara menjelaskan pada kurun 2017-2018 KKP menggelontorkan anggaran sebesar Rp82,1 miliar untuk mengembangkan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) Sebatik. Fasilitas SKPT ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan agar perekonomian di Sebatik semakin menggeliat.

KKP dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi AGRONET, Senin (15/10), menjelaskan sarana dan fasilitas SKPT yang dibangun di Sebatik antara lain bantuan 60 unit kapal perikanan beserta alat tangkap. Pembangunan tempat dan bantuan ice flake machine (IFM) kapasitas 10 ton, fasilitas pelabuhan berupa kantor administrasi, kantor layanan, tempat perbaikan jaring, balai pertemuan nelayan, dan toilet umum.

Turut dikembangkan pula fasilitas pendukung berupa bengkel nelayan, kios nelayan, pos jaga, tempat pelelangan ikan bersih, pagar depan, ruang operator, dan rumah singgah. Anggaran pembangunan ini bersumber dari dana alokasi khusus provinsi senilai Rp10 miliar.

Yuliadi mengatakan pembangunan SKPT Sebatik tak lepas dari dukungan DPR dan semua pihak terkait.  KKP telah berkoordinasi dengan nelayan, pengusaha ikan, karantina, bea cukai, perdagangan, imigrasi, dan berbagai pihak untuk pengelolaan SKPT Sebatik.

“Bahkan kita juga sudah berkoordinasi dengan Malaysia sebagai salah satu titik ekspor utama dari Sebatik. Kita ingin mewujudkan SKPT Sebatik sebagai pusat ekspor perikanan di Nunukan,” katanya.

Perairan di Kalimantan Utara memiliki potensi perikanan yang cukup besar, mencapai  597.139 ton. Dari potensi tersebut, terdapat tiga kelompok jenis ikan yang masih bisa dimanfaatkan, yaitu ikan pelagis kecil, demersal, dan kepiting. (591)