Taiwan akan Investasi Rp20 Triliun di Industri Gula

Senin, 15 Oktober 2018, 15:01 WIB

PG Mojopanggoong, Tulungagung, Jawa Timur. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET—Indonesia terus gencar melakukan kerja sama dengan asing. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak Taiwan [Cina Taipei] untuk melakukan investasi di sektor pertanian.

Ajakan yang dilakukan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, itu mendapat sambutan baik. Taiwan berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia senilai Rp20 triliun di bidang industri gula.

“Saya kira ini sangat positif. Industri gula termasuk prioritas nasional kita. Konsumsi domestik gula sekitar 4 juta ton per tahun,” papar menteri pertanian kemarin [14/10] di Jakarta.

Amran mengungkapkan, pada 9 Oktober lalu bertemu Menteri Pertanian Taiwan, Tsung-Hsien Lin, di Taiwan. Pada kesempatan itulah Tsung-Hsien Lien mengutarakan komitmennya untuk berinvestasi.

Mentan berharap Taiwan bisa membangun dua hingga empat pabrik gula dengan nilai investasi masing-masin sebesar Rp 20 triliun. Saat ini Indonesia tengah membangun enam pabrik gula, dari 10 unit yang ditargetkan bisa terwujud. Pembangunan pabrik gula ini mendapat dukungan besar dari pihak asing.

Untuk itu, kata Amran, Indonesia memberikan banyak kemudahan izin serta jaminan keamanan dan kenyamanan. “Wilayah investasi yang kami tawarkan meliputi Merauke, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah dengan luas lahan sekitar 20 ribu hektare [ha] per unit,” jelasnya.

Investasi asing itu juga tetap melibatkan kerja sama dengan pemain lokal. Taiwan lebih banyak menangani aspek teknis. Sedangkan pihak lokal akan lebih banyak mengurusi masalah administrasi perizinan dan pengamanan lingkungan.

Kerja sama dengan asing diharapkan juga akan menciptakan swasembada gula industri. Saat ini Indonesia baru mencapai tahap swasembada gula konsumsi. Dalam jangka menengah, investasi industri gula ini diharapkan bisa menggerakkan ekspor serta pertumbuhan nasional.

Bila ini terwujud, jelasnya, maka pertumbuhan nasional akan berbasis kuat pada sektor pertanian. “Itu sesuai dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung panangan Asia atau bahkan dunia,” urainya.[442]

 

BERITA TERKAIT