Kabupaten Kebumen dan Wonogiri Mendapat Penghargaan

Rabu, 31 Oktober 2018, 14:48 WIB

Tanaman padi. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Kementerian Pertanian [Kementan] memberikan penghargaan pada dua kabupaten di Jawa Tengah: Kebumen dan Wonogiri. Dua wilayah itu dinilai telah berprestasi dalam pencapaian luas tambah tanaman padi selama Oktober 2017-September 2018.

Menurut Dirjen Hortikultura, Kementan, Suwandi, yang juga penanggung jawab Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai [Upsus Pajale]Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kebumen mampu menambah luas lahan padi sekitar 2.900 hektare [ha] dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Total luas lahan tanaman padi di Kebumen pada periode itu sekitar 81.046 ha,” tutur Suwandi dalam keterangan tertulisnya kemarin [30/10].

Selain itu, tiga kecamatan di Kebumen --Ayah, Buayan, dan Puring-- juga mendapat penghargaan. Ketiga kecamatan itu mampu mencapai indeks pertanaman padi [IPP] sebesar 300 persen.

Ia berharap agar capaian itu bisa ditularkan pada kecamatan lain. Pada gilirannya, hal itu akan meningkatkan produksi padi secara keseluruhan.

Strategi yang digunakan, kata Suwandi, untuk menggenjot produksi padi ada tiga hal. Pertama, melalui tabela [tanam benih langsung]. Kedua, sistem semai culik atau methuk, yakni dengan melakukan semai di lokasi lain. Ketiga, sistem tumpang sari dengan tanaman lain, yaitu cabai, kedelai, jagung, dan lainnya.

Adapun di Wonogiri, capaian luas tanaman padi pada periode itu 83.234 ha. Ini merupakan peningkatan sekitar 789 ha dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Suwandi menjelaskan, potensi padi gogo [lahan kering] di Wonogiri mencapai 15 ribu ha. Lahan ini bisa juga ditanami padi saat musim hujan. Tiga strategi penanaman padi [tabela, semai culik, dan tumpangsari] di Kebumen juga berlaku di Wonogiri.

Dia menyarankan agar para petani enggunakan bibit unggul supaya produktivitas panen bisa tinggi. Di samping itu, perlu pula menggunakan pupuk organik dan hayati ramah lingkungan.

“Dengan pemupukan itu, lahan menjadi subur. Lahan yang subur itu di antaranya kandungan C-organik meningkat, tumbuh dan berkembang cacing serta mikroorganisme lainnya,” ungkap Suwandi. [442]

BERITA TERKAIT