Ekspor Pertanian Pengaruhi Pertumbuhan Nasional

Senin, 05 November 2018, 21:50 WIB

Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat penyerahan traktor tangan bagi petani. | Sumber Foto: Setkab RI

AGRONET -- Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2018 mencapai 5,17 persen (year on year).  Sektor pertanian turut berkontribusi positif terhadap pertumbuhan tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (5/11) mengatakan meningkatnya permintaan luar negeri berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura. Pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 3,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  (year on year). Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan sektor ini mencapai 3,18 persen.

Subsektor hortikultura mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 7,85 persen (year on year). Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya, subsektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,86 persen. “Peningkatkan ekspor ditenggarai turut mendorong kinerja positif subsektor hortikultura,” ujarnya.

Subsektor peternakan juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan positif sektor pertanian. Dibandingkan tahun sebelumnya, peternakan tumbuh sebesar 5,12 persen. Kontribusi peternakan ditenggarai karena meningkatnya permintaan hewan kurban pada hari raya Idul Adha. “Seperti kita ketahui pada triwulan III terdapat momen Idul Adha," kata Suhariyanto.

Pertanian juga turut berperan dalam pertumbuhan positif sektor industri pengolahan untuk makanan dan minuman. Industri pengolahan tumbuh sebesar 4,33 persen, sementara subsektor industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,10 persen (year on year) dan 3,45 persen (quarter to quarter). Pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Kementan Giatkan Ekspor Pertanian

Pertumbuhan sektor pertanian pada triwulan III tak lepas dari meningkatnya ekspor pertanian, terutama komoditas hortikultura. Ditjen Hortikultura Kementan menargetkan ekspor tahun 2018 hingga Rp2,23 miliar. Produk hortikultura yang diminati pasar luar negeri, seperti tanaman hias, manggis, salak, dan bawang merah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan ekspor pertanian perlu digiatkan dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan kebutuhan pangan dunia.

“Penggiatan ekspor adalah perintah Presiden. Pertumbuhan ekonomi bangsa kita bisa bangkit karena dua hal, yaitu ekspor dan investasi. Ke depan, dua hal ini kita dorong terus,” ungkap Amran saat melepas ekspor komoditas hortikultura di Surabaya beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro, menyebutkan Kementan memproyeksi adanya peningkatan nilai ekspor tahun ini hingga 24 persen, diperkirakan mencapai Rp499,30 triliun.  “Hingga bulan September 2018, nilai ekspor pertanian sudah mencapai Rp330 triliun," tuturnya. 

Peningkatan ekspor di bidang pertanian juga salah satunya disebabkan oleh banyaknya pengusaha di dalam negeri yang mulai melakukan ekspor, terutama di sektor hortikultura. "Saat ini banyak sekali para pengusaha yang dulunya bukan eksportir berlomba-lomba menjadi eksportir pertanian. Terutama di sektor hortikultura meningkat sekali," tambahnya. (591)