Amran Sulaiman Raih Penghargaan Penjaga Ketahanan Pangan

Jumat, 16 November 2018, 14:16 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada panen raya jagung. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meraih penghargaan Penjaga Ketahanan Pangan Nasional dalam ajang Indonesia Award 2018. Penghargaan disampaikan di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta, Kamis (15/11). Penghargaan yang digagas iNews TV ini diberikan atas pemikiran revolusioner Amran yang membawa sejumlah capaian signifikan di sektor pertanian.

Menerima penghargaan, Amran Sulaiman dalam sambutan tertulis yang dibacakan anggota tim pakar Menteri Pertanian, Sam Herodian, bersyukur bahwa pemerintah berhasil menekan inflasi pangan menjadi 1,26 persen pada tahun 2017. “Penghargaan ini kami persembahkan untuk petani kita dari Sabang hingga Merauke,” ungkapnya.

Dalam sambutan itu disampaikan, Kementan sejak di bawah kepemimpinan Amran pada akhir tahun 2014, telah memasang target Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. Ada sebelas komoditas strategis yang ingin dijadikan program prioritas pemerintah, antara lain padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, gula, dan daging sapi.

Amran membuat berbagai terobosan, merangsang peningkatan komoditas utama melalui upaya khusus (Upsus) padi, jagung, dan kedelai, serta mendorong peningkatkan bawang merah dan cabai. Selain itu, Kementan juga berupaya capai swasembada daging sapi melalui program sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab).

Sedangkan untuk gula, selain melakukan revitalisasi pabrik gula yang sudah ada, Kementan juga mendorong investasi swasta untuk membangun pabrik gula baru. Amran telah merevisi banyak peraturan yang dinilai menghambat investasi di sektor pertanian.

Langkah konkret pertama yang dilakukan Kementan adalah merevisi Perpres Nomor 172 tahun 2014 tentang pengadaan benih dan pupuk dari lelang menjadi penunjukan langsung. Hingga saat ini, Kementan telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 Permentan atau Kepmentan.

Terobosan lainnya, adalah fokus anggaran, yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk pembiayaan rapat dan perjalanan dinas, kini lebih difokuskan untuk peningkatan produktivitas petani. Tahun 2018 Kementan mengalokasikan 85 persen dari total anggaran sebesar Rp22,65 triliun untuk sarana dan prasarana produksi petani. Sejumlah Rp5,5 triliun dianggarkan khusus untuk bibit dan benih bagi petani.

Pemerintah juga menyiapkan asuransi untuk lahan pertanian dan ternak sapi guna melindungi petani dari bahaya gagal panen dan matinya hewan ternak akibat bencana alam. Kebijakan tersebut membawa sektor pertanian di Indonesia menuju arah yang positif.

Kementan tak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. Kementan perlu menggandeng beberapa instansi terkait, seperti Bulog, BUMN, dan kementerian terkait lainnya. Melalui kerja sama ini beberapa infrastruktur petanian tercipta, seperti pembangunan embung, rehabilitasi jaringan irigasi 3 juta hektare (ha), membangun dam parit sebanyak 3.771 unit, jaminan terhadap penyediaan pupuk dan benih, serta pengembangan potensi lahan rawa lebak yang mencapai 10 juta ha.

Melalui data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), tahun ini Indonesia surplus beras sebanyak 2,85 juta ton. Peningkatan produksi tersebut diikuti juga dengan peningkatan ekspor beberapa komoditas pangan, seperti beras konsumsi, bawang merah, daging ayam olahan, jagung, buah tropis, dan sejumlah komoditas perkebunan.

Pada tahun 2017, ekspor pertanian meningkat Rp441 triliun atau 24 persen dibandingkan tahun 2016. Pada tahun ini hingga bulan September 2018, nilai ekspor pertanian sudah mencapai Rp330 triliun.

Sementara itu, Pimpinann MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan event ini merupakan kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala lembaga negara, kepala pemerintahan daerah, dan individu non pemerintahan yang memiliki sumbangsih besar untuk kesejahteraan Indonesia. “Ini dapat menjadi contoh bagi yang lain agar termotivasi untuk memiliki prestasi yang baik, “ ungkapnya.

Pada penghargaan yang bertajuk “Indonesia Bangga” ini, tim juri dari beberapa kalangan telah meriset dan menyeleksi nama-nama yang masuk berdasarkan metode kualitatif. Kemudian, tim juri eksternal melakukan penjurian dan memilih satu nama untuk setiap kategori. (591)