Pasokan Bawang Merah untuk Natal dan Tahun Baru Terkendali

Sabtu, 17 November 2018, 05:53 WIB

Peninjauan sentra bawang merah di Demak. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, langsung melakukan pendampingan dan pengawalan di sentra utama bawang merah yang tersebar di 14 kabupaten sebagai penyangga kebutuhan wilayah Jabodetabek. Untuk natal dan tahun baru yang akan berlangsung dalam waktu dekat, ketersediaan bawang merah aman dan terkendali.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, selalu menekankan untuk menjaga ketersediaan, pasokan, dan kestabilan harga guna menyambut hari besar keagamaan nasional. Kami memastikan pasokan bawang merah untuk Jabodetabek menghadapi Natal dan tahun baru lebih dari cukup,” ungkap Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, di Jakarta, Jumat (16/11).

Dia menyebutkan kebutuhan bawang merah untuk Jabodetabek periode November 2018 hingga Januari 2019 sekitar 24 ribu ton atau 8 ribu ton per bulan. Sebanyak 14 sentra besar, seperti Brebes, Cirebon, Demak, Nganjuk, Bima, hingga Solok siap memasok kebutuhan tersebut. “Rata-rata produksi di 14 sentra itu mencapai 68 ribu ton per bulan. Januari 2019 nanti puncaknya panen raya. Selain Jabodetabek kita pastikan pasokan untuk daerah lain juga aman terkendali,” sebut Suwandi.

Kepala Sub Direktorat Bawang Merah, Sayuran dan Umbi-Umbian, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Kementan, Agung Sanusi, mengatakan total produksi bawang merah di Demak, Jawa Tengah, tahun 2017 mencapai 59.905 ton, jumlah penduduk pada tahun 2017 adalah 1,14 juta orang dengan tingkat kebutuhan bawang merah mencapai 2,80 kg/kapita/tahun. “Kebutuhan bawang merah di Kabupaten Demak 3.162 ton per tahun. Jadi surplus sebanyak 54.946 ton,” bebernya.

Dalam rangka mendukung Demak sebagai sentra bawang merah nasional, alokasi APBN tahun 2018-2019 sebesar 140 ha. “Kami berharap Demak akan konsisten dalam pengembangan kawasan bawang merah sekaligus menjadi penyangga nasional,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Wibowo, mengatakan luas panen bawang merah di Demak per tahun mencapai 6.300 hektare. Varietas yang banyak ditanam, yakni Bima Brebes dengan produktivitas rata rata 8 hingga 10 ton/ha. Pasar bawang merah diperuntukkan untuk pasar lokal dan memasok kebutuhan Jabodetabek.

“Harga di tingkat petani saat ini mencapai Rp14 hingga Rp16 ribu untuk ukuran biasa. Sedangkan yang super bisa mencapai Rp18 ribu per kilogram,” tambah Wibowo saat menerima kunjungan kerja Tim Subdit Bawang dan Aneka Umbi Ditjen Hortikultura, Kementan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Demak, Heru Puryanta, menambahkan sentra utama bawang merah tersebar di 5 kecamatan, yaitu Wijen, Karanganyar, Dempet, Gajah, Wedung, dan Demak. Sentra terbesar di Wijen dengan luas tanam Oktober sampai November 1.195 ha dan  Karanganyar dengan luas tanam Oktober-November mencapai 607 ha. “Potensi luas panen Desember mencapai 1.316 ha dan bulan januari 757 ha. Ketersediaan untuk wilayah Demak aman dan siap mensuplai ke Jabodetabek,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Jaya Desa Pasir, Wijen, Susiono, mengatakan saat ini kelompok tani binaannya menanam sekitar 700 ha. Dalam satu kecamatan pertanaman bawang merah bisa mencapai 1.400 ha pada bulan November. “Tutup tanam di desa kami sampai bulan November. Harga saat ini di tingkat petani Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg untuk jenis super. Panen raya akhir Desember sampai Januari awal. Kami bisa tanam 3 kali setahun, dengan produktivitas rata rata 9 sampai 10 ton per ha. Kondisi saat ini cukup aman dari serangan hama sehingga produksi diharapkan bisa optimal,” imbuh Susiono. (591)