Jokowi Ungkap Masalah Pertanian Indonesia

Senin, 26 November 2018, 12:27 WIB

Presiden Jokowi berdialog dengan petani di Pringsewu, Lampung. | Sumber Foto: Presiden RI

AGRONET -- Di tengah hujan deras, Presiden Joko Widodo menghadiri acara dengan petani di Pringsewu, Lampung. Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa masalah utama dalam bidang pertanian adalah keterbatasan air. Kendala itu hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Turut hadir pada acara ini Seskab, Pramono Anung, dan Gubernur Lampung, Fido Ricardo. “Saya sangat senang sekali bisa hadir sore hari ini di tengah-tengah sawah yang hijau. Meskipun ada yang belum ditanami tapi ini sawah juga,” ujar Kepala Negara di Lampung, Sabtu (24/11).

Kebahagiaan tersebut, menurut Presiden, karena dirinya adalah orang desa. “Jadi dalam kehidupan saya dulu mungkin sama dengan bapak ibu rasakan sekarang. Perbedaannya kalau dulu, bajak sawah pakai garu, sekarang pakai traktor,” tambahnya.

Terkait masalah air, menurut Jokowi, bangunan waduk dan bendungan saat ini masih kurang. Dia membandingkan sampai tahun 2014, baru ada 231 bendungan dan waduk di seluruh Indonesia. “Di Tiongkok itu memiliki 110.000 waduk dan bendungan, India memiliki 1.500, Amerika punya 6.100,  dan Jepang 3000 waduk,” ujarnya.

Menurut Presiden, pekerjaan besarnya bagaimana menyediakan air untuk para petani, untuk irigasi, dan untuk sawah. “Tanpa itu lupakan yang namanya ketahanan pangan. Kita harus sadar, waduk kita kurang, bendungan kita kurang,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Presiden sangat menghargai upaya membangun embung-embung kecil di desa-desa, yang juga sangat membantu petani. “Sekarang kita bangun memang baru 49 plus 16, berarti 65 waduk yang kita kerjakan di seluruh tanah air. Sangat kurang, sangat kurang sekali,” tambah Presiden, seperti dikutip dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Saat dialog dengan petani, Presiden mendengar permintaan agar ketersediaan pupuk tidak langka. Di akhir sambutan, dia mengajak kepada gubernur, bupati, perangkat desa, dan semua masyarakat untuk bersama-sama bekerja keras membangun bangsa. (591)