Rempah Indonesia Dominasi Pasar Eropa

Senin, 03 Desember 2018, 13:11 WIB

Produk rempah | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Kementerian Pertanian terus melakukan akselerasi dalam rangka meningkatkan ekspor rempah-rempahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah turut mendukung penerapan sustainable spices initiative (SSI) di Indonesia sebagai upaya pengembangan tanaman rempah secara berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mengatakan kebutuhan produk maupun pengembangan rempah-rempahan yang berkelanjutan sudah sangat dipahami para pelaku industri rempah Indonesia. Sistem yang berkelanjutan ini diadopsi dalam peningkatan kualitas, garansi keamanan pangan, dan kebutuhan lainnya yang diharapkan bisa meningkatkan posisi tawar para petani rempah.

“Sudah menjadi tugas kami untuk memastikan para petani kecil mendapatkan akses terhadap teknologi maju, peningkatan kualitas dan keamanan, akses terhadap jasa perbankan, dan akses pemasaran. Untuk itu, kami siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan SSI Indonesia,” tegas Syukur di Jakarta, pekan lalu (29/11).

Dia menjelaskan, saat ini banyak petani kecil yang masih menggantungkan hidupnya pada industri rempah. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah sudah membangun jaringan untuk mengimplementasikan sistem yang menjamin kualitas dan keamananan produk pala.

“Sempat beberapa kali muncul isu yang menjadi hambatan, seperti buruh wanita dan anak, penggunaan kimia berlebih, serta tren harga yang menurun. Untuk itu, Kementan terus mengusahakan sistem yang dapat menjamin kualitas dan keamanan produk rempah Indonesia,” ujarnya. 

Syukur menyebutkan, ide untuk menjalankan SSI di Indonesia pertama kali mulai didiskusikan saat dirinya mengunjungi Belanda pada Oktober tahun lalu. Dalam pertemuan dengan pelaku industri rempah Belanda, Syukur mengungkapkan pihaknya mencari solusi untuk meningkatkan kualitas, serta menguatkan kemitraan antara petani dan pelaku pasar rempah. 

SSI adalah konsorsium internasional yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di komoditas rempah dan herbal. Syukur memandang bahwa perusahaan yang tergabung dalam SSI telah berkomitmen untuk memastikan produksi dan rantai pasok berjalan secara berkelanjutan.

Lembaga statistik Uni Eropa, Eurostat, menyebutkan bahwa Indonesia masih memegang peranan besar dalam menyuplai kebutuhan rempah, seperti pala, bunga pala, dan kapulaga.  Indonesia hingga saat ini masih mendominasi pasar rempah Uni Eropa dengan total nilai ekspor pada tahun 2017 mencapai 39,7 juta dollar Amerika. (591)