Sentra Bawang Putih Meningkat, Target Swasembada Optimis Tercapai

Rabu, 05 Desember 2018, 10:53 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Produksi bawang putih kembali menggeliat. Sentra-sentra baru tumbuh di berbagai daerah. Kejayaan bawang putih akan dibangkitkan, seperti kejayaan pada era 90-an.

Sejak dicanangkan tahun 2017 lalu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, komit untuk mengejar swasembada bawang putih pada tahun 2021. Berbagai varietas dikembangkan, seperti lumbuh hijau, lumbuh kuning, lumbu putih, sangga sembalun, dan tawangmangu baru.

Rata-rata produktivitas varietas ini 8-15 ton per hektare (ha), yang disarankan ditanam pada ketinggian lebih 800 meter di atas permukaan laut. Bisa dipanen setelah berumur 110-130 hari setelah tanam.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, saat meninjau lahan bawang merah di Solok, Sumatera Barat, Rabu (5/12), mengungkapkan sejak digulirkan program menuju swasembada bawang putih, sudah terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan, naik 500 persen.

Tahun 2018 ini ditargetkan penanaman bawang putih lebih dari 10 ribu ha yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir. Tahun 2019 akan kejar tanam 18 ribu ha untuk mencapai swasembada benih.

Suwandi menyebutkan, pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tahun 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 ha di 8 kabupaten dan Tahun 2018 meningkat menjadi 5.949 ha yang tersebar di 79 kabupaten. Tahun depan diupayakan minimal 10 ribu ha lagi dari APBN dan 8 ribuan ha dari skema wajib tanam.

Selain di Pulau Jawa, saat ini sentra bawang tumbuh di Aceh Tengah,  Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar, dan Solok Selatan. Di wilayah Sumatera Utara, yaitu Karo, Simalungun, dan Humbang Hasundutan. Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim, dan OKU Selatan.

Di wilayah gugusan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi, seperti di Tabanan,  Bangli, lombok timur, NTB, dan NTT. Kemudian zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa, dan Minsel, hingga sampai Papua. (591)