Domba Garut Diminati Negara Arab

Jumat, 07 Desember 2018, 17:11 WIB

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang terus meningkatkan daya saing dan mempermudah perizinan, ekspor  domba mulai meningkat. Tahun ini, ekspor domba garut menembus Uni Emirat Arab (UEA), mencapai 300 ekor dengan nilai sekitar Rp3,04 miliar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Diarmita, mengatakan tahun 2017 ekspor kambing atau domba tercatat hanya 210 ekor. Pada September 2018 ekspor meningkat, ada tiga kali pengiriman ke Malaysia, mencapai sebanyak 2.921 ekor.

Private Development Uni Emirat Arab, Mr. Khalid, beberapa waktu lalu sudah menyampaikan keinginannya untuk mengimpor 300 ekor domba garut per tiga bulan sekali dan 1.500 ekor domba jawa setiap bulan. Selain itu UEA berencana melakukan investasi untuk pembiakan dan penggemukan sapi sebanyak 100 ribu ekor. 

Domba garut memiliki ciri spesifik, sebagai salah satu sumber daya genetik (SDG) hewan rumpun asli Indonesia. Komoditas ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki negara lain.

Hewan ini  telah ditetapkan sebagai rumpun ternak asli Indonesia. Penetapan berdasarkan Kepmentan Nomor 2914/Kpts/OT.140/6/2011 tentang penetapan rumpun domba garut. 

Dari aspek status populasi, ekspor domba garut telah dinyatakan aman oleh komisi ahli perbibitan. Sesuai dengan Permentan Nomor 35 Tahun 2006, yang menyebutkan bahwa sebaran asli geografis populasi induk harus lebih dari 10.000 ekor.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat mencatat, saat ini populasi domba garut mencapai 11.425.574. Jumlah jantan 4.353.279 dan betina 7.072.295 ekor . “Pengeluaran domba garut ini juga mengacu Permentan Nomor 19 Tahun 2012, tentang persyaratan mutu, benih, bibit ternak, dan sumber daya genetik hewan,” tutur I Ketut. 

Dia  memastikan, kesehatan domba garut yang diekspor telah memenuhi persyaratan kesehatan hewan. Hal ini dibuktikan dengan sertifikat veteriner. Sertifikat ini merupakan jaminan pemenuhan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan kesehatan hewan berdasarkan hasil serangkaian pemeriksaan/pengujian sesuai dengan persyaratan negara tujuan. (591)