Natal dan Tahun Baru, Pasokan Cabai Aman

Jumat, 07 Desember 2018, 19:14 WIB

Kementerian Pertanian meninjau sentra cabai. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Pemerintah menjamin pasokan dan harga cabai pada perayaan Natal dan tahun baru 2019 akan stabil. Saat ini di tingkat petani, harga lebih murah karena produksi di sentra melimpah.

"Kami terus kawal langsung cabai dari hulu sampai hilir. Saya per depan Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memastikan pasokan aman sepanjang tahun," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Jumat (7/12).

Amran melihat, seperti kondisi saat Idul Fitri dan Idul Adha masyarakat tenang karena harga cabai tidak melambung. "Yang penting juga tidak ada impor cabai segar, dan tak ada alasan cabai yang bagus," tegasnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, bertanggung jawab untuk cabai, baik jenis keriting, besar, maupun rawit, sangat cukup saat Natal dan tahun baru nanti. "Kalau melihat di lapangan, pasokan cabai sampai Januari nanti mencukupi bahkan surplus," ujarnya.

Suwandi menjelaskan pasokan cabai ke pasar Jabodetabek mencapai 290 ton per hari atau 8.700 ton per hari. Penyaluran bantuan dari para penggerak dari daerah sentra diajak bersama-sama korban pasokan Jabodetabek.

Secara nasional, biaya pada bulan ini, cabai rawit sekitar 54 ribu ton, Januari 2019 sekitar 64 ribu, dan Februari sekitar 80 ribu ton. Untuk keriting, ada sekitar 73 ribu ton, Januari 2019 mencapai 113 ribu, dan Febuari 130 ribu ton.

Direktur Sayur-Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, menambahkan untuk menjaga kesehatan setiap tahun, maka harus benar-benar menjaga pola tanam. Tingkat kebebasan dalam misi ini sangat mempengaruhi stabilisasi produksi.

Dia menjelaskan, dalam satu tahun, lebih dari 11-12 ribu dengan produksi 64-66 ribu ton. Sedangkan cabai keritingmen luas panen 12-13ribu ha dengan produksi 76-77 ribu ton per bulan. Angka kebutuhan nasional untuk rawit perbulan sekitar 61 ribu ton dan keriting sekitar 72 ribu ton.

"Produksi pada bulan tertentu, seperti lebaran, Natal, dan tahun baru harus sudah kita amankan. Pola tanamnya 3-4 bulan sebelumnya," pungkas Prihasto. (591)