Bernilai Tinggi, Kementan Dorong Produksi Nanas

Sabtu, 08 Desember 2018, 21:25 WIB

Dirjen Hortikultura, Suwandi, saat mengunjungi kebun nanas di Kediri. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Nanas merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor hortikultura. Buah ini memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain kebutuhan pasar lokal, juga untuk ekspor, baik dalam bentuk segar maupun olahan.

Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, menggerakkan sentra nanas di Kediri, Jawa Timur. Wilayah wisata dekat Gunung Kelud, Ngancar, Kediri, Jawa Timur dianggap sebagai penghasil nanas.

"Luas lahan 7,650 hektare (ha), ditanami nanas jenis Pasir Kelud (PK-1), PK Berduri, Madu, Ratu, Smooth Qayenne . Nanas jenis KP-1 beratnya 2-3 kg perbutir," ujar Dirjen Hortikultura, Suwandi, saat ini mengunjungi kebun nanas di Kediri, Sabtu (8/12).

Manajer Koperasi Langgeng Mulyo, Ngancar, Endro Pujiastoko, dan nanas, varietas madu kelud dan PK-1 seluas 452 ha, berproduksi 2 ton perhari. Sedangkan jenis ratu simplex dan ratu asam gulas 7200 ha, hasil 70 ton per hari. Kediri menyediakan nanas di pasar tradisional dan modern di Jawa-Bali.

Endro menambahkan, pihaknya sedang mengerjakan penelitian daun nanas untuk serat di laboratorium Universitas Islam Kediri (Uniska). Satu batang pohon nanas menghasilkan serat kering 150 gram. Harga serat pasar Amerika 250.000 per kg untuk bahan tenun kain korden dan baju.

"Serat dari tipe-tipe simpleks dan asam gulas, kualitas serat dengan sutra. Ini menurut uji laboratorium Balitas Malang," ungkapnya.

Dia merinci, dalam satu hektare mengandung serat, itu 150 gram dikalikan 80.000 populasi pohon nanas, hasil 12.000 kg. Kemudian dikalikan dengan harga Rp250.000 per kg, kemudian nilainya Rp3 miliar.

Sementara itu, sentra nanas di Indonesia tersebar di berbagai daerah. Seperti, di Kabupaten Subang, Pemalang, Prabumulih, Kediri, Blitar, Kubu Raya, Mempawah, Muaro Jambi, Kampar, Lampung Tengah, dan Karimun.

Tahun 2016, produksi nanas sebesar 1,39 juta ton, naik 22,3 persen tahun 2017 menjadi 1,79 juta ton. Sesuai data BPS, ekspor nanas segar 2017 sebesar 9,586 ton, naik 17,5 persen dan periode Januari-Oktober 2018, ekspor 11,247 ton.

Negara tujuan, antara lain Uni Emirat Arab, Jepang, Hongkong, Singapura, Arab Saudi, Oman, Kanada, Kuwait, dan Korea. Hampir 95 persen ekspor dalam bentuk olahan, sisanya nanas segar. Pangsa ekspor nanas ini 85 persen dari total penjualan buah.

Buah nanas kaya akan vitamin C, A, B1, dam vitamin B6. Mengandung mangan, tembaga, serat pangan, folat, dan asam pantotenik.

Nanas pun mengandung enzim proteolitik bromelain yang membantu memecah protein, mencegah kanker, dan membantu sistem pencernaan. Nanas dapat membantu mengeluarkan berat badan, daya tahan tubuh, meredakan peradangan, sinusitis, laba kinerja mata, dan antioksidan. (591)