Malaysia Lihat Sistem Peternakan di Indonesia

Kamis, 13 Desember 2018, 07:56 WIB

Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa (kanan). | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Malaysia melihat pembangunan peternakan di Indonesia berkembang baik. Untuk itu, mereka mengirimkan tim untuk mempelajari tentang strategi pembangunan peternakan ruminansia (sapi, kambing/domba), baik sapi potong maupun sapi perah.

Kunjungan delegasi Malaysia diketuai oleh Timbalan Setiausaha Bahagian Industri Tanaman, Ternakan dan Perikanan, En Leonard Wilfred Yussin. Kunjungan kerja berlangsung pada 10-12 Desember 2018. Turut mendampingi, Yusian B Sanuddin (Ketua Penolong Bahagian Pembangunan Komoditi Ternakan, Jabatan Perkhidmatan) Veteriner dan Norhanita bt. Jumali (Ketua Penolong Pasukan Kajian Pasukan Interim Lembaga Ruminan Negara, IITP). En Leonard menyampaikan, kunjungannya sebagai tindak lanjut dari kajian yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia saat ini dalam membentuk Lembaga Ruminan Negara.

Kunjungan hari pertama, dilakukan di Kantor Pusat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta. Mereka ingin mengetahui kebijakan Indonesia dalam percepatan peningkatan sapi, terutama melalui Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Malaysia sangat tertarik dengan kebijakan Upsus Siwab yang diterapkan Indonesia. Hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan masukan bagi Malaysia dalam finalisasi kajian pembentukan Lembaga Ruminan Negara Malaysia. Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi, berikutnya menyusul New Zealand, India, Thailand, dan Vietnam.

Pada kesempatan itu, Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa,  menyampaikan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam mendukung Upsus Siwab penanggulangan gangguan reproduksi untuk meningkatkan jumlah akseptor inseminasi buatan. Strategi lainnya, pelarangan pemotongan sapi betina produktif yang telah dipayungi oleh peraturan.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan peraturan tersebut, Ditjen PKH bekerja sama dengan pihak Kepolisian dalam melakukan sosialisasi. Masyarakat diberitahu akan pentingnya sapi betina produktif guna meningkatkan populasi untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia.

Selain itu, Fadjar Sumping juga menambahkan tentang berbagai strategi Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak ruminansia. Seperti, melalui optimalisasi pemanfaatan lahan eks tambang sebagai lokasi produksi hijauan dan penggunaan teknologi untuk pengawetan pakan.

Menurutnya, dengan  kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan yang baik untuk meyakinkan Malaysia bahwa penanganan ternak di Indonesia, khususnya ternak ruminansia telah dapat menghasilkan produk berstandar internasional, baik dari segi kualitas, keamanan, dan kesehatan hewannya. Hal ini untuk mendukung ekspor daging sapi wagyu yang saat ini siap diekspor ke Malaysia.

Delegasi Malaysia juga berkunjung ke Balai Embryo Cipelang (BET) Cipelang Bogor, kunjungan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, dan Koperasi Pengolahan Susu Bandung Utara. Tim dari Malaysia juga mengunjungi perusahaan swasta yang bergerak dibidang penggemukan sapi di Lampung yakni, PT. Great Giant Livestock dan PT. Santosa Agrindo. (591)