Jambi Siap Menjadi Tuan Rumah Hari Kopi Sedunia 2019.

Selasa, 08 Januari 2019, 09:36 WIB

Kopi Liberika, kopi andalan Jambi. Pemprov Jambi menyatakan siap menjadi tuan rumah penyelenggara Hari Kopi Sedunia pada 2019. | Sumber Foto:dok litbangtan

AGRONET --  Pemprov Jambi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggara Hari Kopi Sedunia pada  1 Oktober tahun 2019 nanti.

"Provinsi Jambi pada 2019 akan berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggara Hari Kopi Sedunia, kita akan memanfaatkan untuk memaksimalkan Jambi sebagai produsen kopi unggulan," kata Kepala Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Ariayansyah di sela-sela diskusi kopi di Jambi pada Minggu penghujung tahun 2018 lalu.

Menurut dia, kepercayaan menjadi penyelenggara hari kopi sedunia tingkat nasional itu berdasarkan potensi Jambi, serta sejumlah prestasi di bidang kopi daerah itu di tingkat nasional.

Dia mengemukakan tawaran itu langka dan tidak semua daerah mendapatkan kesempatan itu. Menurut Ariayansyah, peluang itu akan dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan kualitas dan potensi kopi Jambi di tingkat nasional, bahkan internasional.

"Kesempatan itu langka, tidak semua daerah mendapat kesempatan itu. Ini jelas peluang yang harus ditangkap, dan kita akan bersama-sama memanfaatkan peluang emas itu," katanya.

Menurut dia, kualitas kopi dari sejumlah daerah di Jambi telah diakui dalam berbagai event promosi, pameran atau expo tingkat nasional.

"Jarang daerah lain yang memiliki varian kopi lengkap seperti Jambi, bila mereka hanya memiliki varian arabica dan robusta, maka Jambi memiliki varian khas liberika, dan itu keunggulan yang perlu kita manfaatkan," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan produksi kopi merupakan salah satu prioritas yang ditingkatkan di Jambi.

Disperindag Kota Jambi pada 2018 telah membawa produk kopi Jambi ke sejumlah pameran dan expo, bahkan hingga ke luar negeri. Salah satu yang ditingkatkan adalah jejaring, mencari peluang nilai tambah dan meningkatkan daya saing.

"Prestasi tentang kopi Jambi harus menjadi pemacu untuk meningkatkan daya saing, jangan sebaliknya terlena," kata Ariayansyah.

Tentang Hari Kopi Sedunia

Hari kopi adalah perayaan tahunan yang awalnya dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di setiap negara untuk merayakan kenikmatan minuman kopi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap petani kopi.

Peringatan hari kopi secara internasional, pada awalnya terdapat dua versi soal penanggalan peringatan Hari Kopi Intenational atau biasa disebut pula World Coffee Day. Versi yang pertama menyebut 29 September, lainnya pada 1 Oktober . Awalnya, sekitar 17 negara yang merayakan Hari Kopi pada 29 September seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Skotlandia, Ethiopia, Britania Raya, dan Australia.

Tapi belakangan,  1 Oktober disepakati menjadi International Coffee Day atau Hari Kopi Internasional. Kesepakatan ini berdasarkan sidang International Coffee Organization (ICO) pada Maret 2014 lalu. Negara-negara yang tergabung didalamnya sepakat mengatur perayaan pertama Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober 2015 untuk membuat satu hari perayaan bagi pencinta kopi seluruh dunia.

ICO merupakan organisasi antar pemerintah untuk kopi untuk menyatukan ekspor dan impor menghadapi tantangan perkopian dunia melalui kerja sama internasional.

Selanjutnya, Hari Kopi Internasional diresmikan organisasi kopi internasional tersebut di Kota London, Inggris pada 2015. Awalnya hanya 74 negara, dan kini 77 negara dan 24 asosiasi kopi tergabung dalam ICO. Mereka mewakili 98 persen produksi kopi dunia dan 83 persen konsumsi dunia.

Hari Kopi Sedunia pertama kali diperingati pada 1 Oktober 2015 oleh Organisasi Kopi Internasional di Milan, Italia. Kini, setiap tanggal  1 Oktober ,  dirayakan secara suka cita sebagai Hari Kopi atau World Coffee Day oleh para komunitas dan penikmat kopi di seluruh dunia. (234)

BERITA TERKAIT