Akumulasi Kenaikan PDB Pertanian Lebih dari Rp1.300 Triliun

Kamis, 10 Januari 2019, 15:41 WIB

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Selama empat tahun kepemimpinan Jokowi-JK, sektor pertanian mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Ini terlihat selama periode 2013-2018, akumulasi pertambahan nilai PDB sektor pertanian mencapai Rp1.375,2 triliun.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/1). Menurutnya bila diakumulasikan produk domestik bruto (PDB) tahun 2014 hingga 2018 terhadap tahun 2013, mencapai nilai Rp1.375,2 triliun.  Bahkan, ujarnya, nilai PDB sektor pertanian tahun 2018 meningkat signifikan sebesar 47,1 persen dibandingkan tahun 2013

Peningkatan PDB pertanian, menurut Boga, tidak bisa dilepaskan dari lonjakan nilai investasi pertanian selama empat tahun terakhir. Secara kumulatif, total investasi pada tahun 2013-2018 mencapai Rp270,1 triliun. Investasi pada tahun 2018 sendiri mencapai Rp61,6 triliun. Nilai ini meningkat 110,2 persen dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp29,3 triliun. 

“Minat investasi di sektor pertanian memang terus meningkat. Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan sehingga bisa menarik para investor. Bahkan investor yang selama ini belum pernah masuk ke subsektor hulu, sekarang menjajaki peluang investasi disub sektor hulu pertanian,” ujarnya.

Dalam hal investasi, Kementan memiliki tugas sebagai fasilitator sehingga investor bisa mendapatkan informasi yang jelas, mulai dari lokasi, ketersediaan lahan yang sesuai, dan tidak melanggar peraturan yang berlaku. Boga menuturkan, upaya Kementan menciptakan iklim yang kondusif bagi investor ini sebagai bagian dari langkah mengurangi impor. 

Ditambahkannya, investasi diarahkan untuk bermitra dengan masyarakat lokal sehingga tidak hanya produksi pertanian yang meningkat, tapi petani dan masyarakat lokal turut terangkat kesejahteraannya. Peningkatan investasi pertanian juga diikuti kenaikan nilai ekspor pertanian selama empat tahun terakhir.

Total nilai ekspor selama kurun waktu 2015- 2018 sebesar Rp1.764 triliun. Pada tahun 2018, ekspor pertanian tercatat mencapai Rp499,3 triliun. “Kenaikan nilai ekspor tidak sekedar menandakan bahwa produksi pertanian kita meningkat. Tapi sekaligus  membuktikan bahwa kualitas produk kita sudah memenuhi standar internasional,” pungkasnya. (591)