Petani Tasikmalaya Terima Bantuan Program Bekerja

Jumat, 11 Januari 2019, 17:07 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyerahkan bantuan sekitar 600 ribu ekor ayam kampung petelur unggul. Bantuan yang merupakan bagian dari program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (Bekerja) itu diberikan kepada 11 ribu lebih rumah tangga miskin (RTM) di Desa Kiara Kiarajangkung, Kec. Sukahening , Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (11/1). 

"Kita semua berharap dengan bantuan ini cita-cita desa mandiri bibit ayam kampung unggul dapat terwujud,"ujar Amran dihadapan ribuan orang yang menyaksikan penyerahan bantuan. Termasuk RTM penerima bantuan, penyuluh tingkat kabupaten, serta santri dari sekitar Tasikmalaya. 

Setiap RTM menerima 50 ekor ayam yang dilengkapi dengan kandang sederhana dan pakan untuk pemeliharaan selama 6 bulan. Kemudian juga ada bantuan pelayanan vaksin dan obat hewan, serta pendampingan secara intensif (Bimbingan teknis dan pelatihan training of trainer).

Untuk kepastian keberlanjutan usaha pengembangan ayam kampung unggul di perdesaan dapat terwujud, Menteri Amran juga menyerahkan bantuan berupa mesin tetas sejumlah 96 unit kepada 48 Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang ada di Kab. Tasikmalaya. "Dengan semangat dan optimisme para peternak, pengembangan ayam kampung unggul yang berkelanjutan akan menambah pendapatan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga melakukan panen telur dan bibit anak ayam umur 1 hari (day old chicken). Usaha itu merupakan hasil produksi RTM dan BUMDES Amanah Desa Kiarajangkung.

Bantuan Komoditas Hortikultura dan Perkebunan

Kementan juga memberikan bantuan komoditas hortikultura dan perkebunan. Di antaranya, sarana produksi manggis meliputi bibit, pupuk organik, pupuk NPK, dan pupuk hayati; sarana produksi pepaya meliputi bibit pepaya dan pupuk organik. 

Bantuan lain berupa sarana produksi jagung manis meliputi benih,pupuk organik, pupuk dan pupuk hayati ; sarana produksi kacang panjang meliputi benih, pupuk organik, dan pupuk hayati. Bantuan bibit kopi arabica; sarana alat mesin pertanian, meliputi cultivator, handspray, rotary, tractor roda 2, tractor roda 4, dan pompa air. 

Program bekerja telah dilakukan di 10 provinsi, 22 kabupaten, dan 807 desa yang melibatkan 200.000 rumah tangga miskin (RTM) pada tahun 2018. Kab. Tasikmalaya menjadi salah satu target sasaran program ini yang meliputi 48 Desa di 5 kecamatan, yakni Sukahening, Cikatomas, Salopa, Jatiwaras, dan Sodonghilir. 

Kementan telah mencanangkan program Bekerja untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Dalam mencapai tujuan tersebut program Bekerja dilaksanakan dalam 3 periode.

Jangka pendek dilakukan dengan memberikan bantuan berupa tanaman sayuran yang dapat dipanen dalam waktu 3 bulan. Untuk jangka menengah diberikan bantuan berupa ayam/itik lokal maupun domba/kambing yang sudah dapat berproduksi dalam 6 bulan. Kemudian ada bantuan berupa bibit tanaman hortikultura, seperti mangga, manggis, durian, dan pisang, serta tanaman perkebunan, seperti kopi, kelapa dalam, cengkeh, dan pala. (591)