Masuk Musim Panen, Pemerintah Siap Beli Jagung Petani

Kamis, 17 Januari 2019, 05:47 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, panen jagung di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Memasuki musim panen jagung di awal tahun 2019 ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berjanji untuk siap menyerapnya. Bulog mendapat mandat untuk menyerap jagung petani dengan harga yang sesuai dan tidak merugikan petani.

"Perintah Bapak Presiden, Bulog harus membeli jagung petani Rp3.150 per kilogram. Tidak boleh di bawah harga ini. Bulog tolong serap cepat, jangan serap dari luar negeri. Kita harus lindungi petani," tegas Amran di tengah acara panen jagung di Desa Randu Merak, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/1).

Panen jagung ini, kata Amran, membuktikan bahwa ketersediaan jagung dalam negeri cukup aman. Menurutnya, empat tahun lalu, Indonesia impor jagung dari Argentina dan Amerika sebanyak 3,5 juta ton nilainya Rp10 triliun. Kemudian di tahun 2018 kita impor 100 ribu ton, tapi kita ekspor 380 ribu ton. "Artinya di tahun 2018 produksi jagung surplus. Jadi kita harus fair, jangan menghukum petani-petani kita," tegas Amran.

Hadir dalam acara panen jagung bersama itu, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo, dan para petani jagung. Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Jatim, perkiraan luas panen jagung Provinsi Jatim pada Januari 2019 sebesar 17.286 ha, khususnya di Probolinggo sebesar 3.000 ha. Dari luas panen tersebut, produksi jagung Jatim pada Januari sebesar 102.779 ton pipilan kering. Sedangkan produksi jagung Kabupaten Probolinggo 21.000 ton dengan rata-rata produksi 7 ton/ha pipilan kering. 

Perkiraan Panen Periode Februari-Maret 2019

Dari 38 Kabupaten di Jawa Timur diperkirakan potensi panen jagung pada Februari 2019 mencapai 273.564 ha dengan perkiraan produksi mencapai 1,2 juta ton pipilan kering. Kemudian Maret perkiraan luas panen 175.011 ha dengan potensi produksi 636.610 ton pipilan kering.

"Februari akan menjadi puncak panen jagung di Jawa Timur. Jika ditotal panen jagung Januari-Maret mencapai 465.861 ha dengan produksi mencapai 1,94 juta ton. Ini ketersediaan jagung yang luar biasa. Kebutuhan peternak layer mandiri bisa kita penuhi sendiri," kata Amran. 

Pada tahun 2018, produksi jagung Jawa Timur surplus 6,42 juta ton. Surplus ini diperoleh dari luas panen 1,17 juta ha dengan produksinya sebesar 6,54 juta ton, sementara kebutuhan jagung 2018 mencapai 122.724 ton. 

Selain melalukan panen jagung, Mentan Amran juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa benih sebanyak 2 ton padi Dan 75 ton benih jagung bantuan pusat (untuk 5.000 Ha) kepada petani. "Bantuan ini diharapkan akan meningkatkan produksi jagung, sehingga target produksi 33 juta ton di 2019 dapat tercapai," tandas Amran.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, mengatakan luas panen jagung saat ini di Kecamatan Paiton 600 ha dari prediksi panen sampai akhir Januari di Kabupaten Probolinggo 2.075 ha. Produktivitaa mencapai 8 ton/ha pipilan kering.  

"Hampir 75 persen dari 1 juta jiwa mayoritas menjadi petani. Kehadiran Bapak Menteri memberikan semangat bagi petani kami. Seperti, empat tahun lalu hadir di Probolinggo, tanam bawang. Kini terbukti, Probolinggo menjadi penghasil bawang merah," tambah Puput. (591)