Kementan Pastikan Pasokan Beras dan Cabai Stabil

Sabtu, 19 Januari 2019, 05:20 WIB

Mentan, Andi Amran Sulaiman, meninjau harga beras di pasar induk Cipinang. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Risfaheri, menyatakan sampai dengan saat ini kondisi harga dan pasokan pangan strategis secara nasional dalam keadaan stabil dan aman. Menurutnya, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mencapai 61.613 ton. Stok sebanyak itu sangat jauh di atas stok normal 25-30 ribu ton.

Hal itu disampaikan Risfaheri di ruang kerjanya, gedung E, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (18/1). Dijelaskannya, saat ini harga beras medium jenis IR 64 III menyentuh angka Rp8.500 per kilogram. Harga tersebut bahkan cendrung mengalami penurunan 57,39 persen dari harga rata-rata pasokan.

"Kemudian harga beras cianjur juga turun sebesar 0,36 persen atau dengan nominal Rp13.650 per kilogram. Lalu ada beras saigon bandung yang turun 0,4 persen atau Rp12.000 per kilogram," katanya.

Meski sebagian besar harga beras turun, namun ada juga beberapa yang naik. Kenaikan itu, kata Risfaheri,  misalnya terjadi pada jenis IR-42 yang mencapai 0,41 persen atau Rp12.225 per kilogram. Tapi, lanjut dia, kenaikan ini masih dalam batas normal.

"Harganya normal karena rata-rata beras medium di wilayah DKI mencapai Rp9.448 per kilogram. Jika dibandingkan sebelumnya, harga ini turun sebesar 0.62 persen. Bahkan harga terendah mencapai Rp8.200 per kilogram yang dijual di Pasar Cijantung dengan harga tertinggi mencapai Rp11.000 per kilogram," katanya.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit merah kriting yang mencapai Rp20.019 per kilogram atau turun 0,76 persen. Harga tersebut bahkan masih ada kemungkinan turun Rp18.000 per kilogram atau 31,53 persen.

"Rata-rata harga cabai merah keriting di 113 kabupaten dan kota per Januari 2019 sangat stabil. Harga di bawah harga acuan pembelian (HAP) Rp18.000 per kilogram sebanyak 66,37 persen, harga di antara kisaran Rp18.000 per kilogram," pungkasnya. (591)

Agro Pilihan