Susi Buka Rahasia Benahi KKP

Minggu, 27 Januari 2019, 08:57 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. | Sumber Foto: KKP

AGRONET -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menjadi salah satu pembicara dalam acara “Culture Fair 2019” yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di halaman Gedung B, Kantor BI Jakarta, Jum’at (25/1). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengapresiasi hasil kinerja insan BI tahun 2018. 

Dalam kesempatan tersebut, Susi membagikan pengalamannya dalam memimpin KKP. Di hadapan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, beserta ribuan pegawai Bank Indonesia yang hadir, dia menceritakan berbagai upaya dan strategi yang telah dilakukan. Terutama dalam melakukan efisiensi anggaran hingga perubahan budaya kerja di kementerian KKP.

“KKP melakukan penghematan anggaran berdasarkan pengeluaran Dirjen maupun direktorat masing-masing. Sehingga ukuran efektivitas dan efisiensi kerja dapat tercapai,” ujarnya. 

Efisiensi yang dilakukan pun berbuah hasil. Pada tahun pertama memimpin KKP, terjadi penghematan anggaran kementerian sebesar Rp9 triliun.

Anggaran itu kemudian dikembalikan kepada negara. “Saya punya pengalaman memimpin perusahaan selama beberapa tahun. Pengalaman tersebut saya coba terapkan di KKP, terutama tentang masalah anggaran-anggaran,” imbuh Susi. 

Selain itu, ia juga menyoroti mengenai sumber daya manusia (SDM). “Kalo tenaga pemerintah tidak bagus, pelayanan kepada masyarakat juga tidak bagus,” ucapnya.

KKP melakukan regenerasi pegawai yang telah memasuki masa pensiun dini. “Kita ambil 1.000 cumlaude. the better human capital untuk government. Tapi tidak mudah karena banyak aturannya. Mudah-mudahan tahun ini dapat terealisasi,” ujarnya.

Ia juga bercerita mengenai upayanya dalam membangun mentalitas jajaran KKP untuk berani melawan praktik illegal fishing. Pasalnya, praktik illegal fishing telah menjadi permasalahan masif dan kompleks yang dianggap sudah menjadi normal business.

“Mengubah mentalitas, menenggelamkan kapal kan tugas berat. Tidak mudah mengubah karakter mentalitas teman-teman di KKP,” terangnya.  

Guna mengatasi hal itu, Susi melakukan pendekatan dengan cara menjadikan moratorium kapal eks asing sebagai konsensus nasional. Pertama ia membuat peraturan moratorium kapal ikan eks asing yang memang menjadi sumber illegal fishing.

Ia kemudian memanggil para pengusaha yang menjadi backing dari praktik ilegal fishing tersebut. “Saya bilang saya punya tanggung jawab. So this has to stop. Kalau nanti kita pakai peraturan baru, you bisnis lagi. Selama tidak ada pelanggaran pidana ya jalan saja,” ucapnya. 

Sebelum mengakhiri sambutan, Menteri Susi menjabarkan capaian yang diraih KKP sepanjang masa kepemimpinannya (2014-2019). “Sekarang neraca perdagangan perikanan Indonesia nomor 1 di Asia Tenggara. Konsumsi (ikan) dalam negeri juga terus meningkat. Ikan pun mudah dan gampang diperoleh. Kemudian ekspor juga naik 11 persen. Semua dimulai dari change,” tutup Susi. (591)

Agro Pilihan