Tips Sukses Ala Amran Sulaiman

Rabu, 06 Pebruari 2019, 15:32 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menerima kunjungan jajaran pengurus pusat dan daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Senin (4/2) di ruang kerja Menteri Pertanian, Jakarta. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan.

AGRONET -- Para generasi muda yang menginginkan menjadi konglomerat, pengusaha sukses maka seharusnya menekuni bidang pertanian dan menjadi petani.  Delapan dari sepuluh pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menerima kunjungan jajaran pengurus pusat dan daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Senin (4/2) di ruang kerja Menteri Pertanian, Jakarta. “Anda sebagai pemuda harus mengubah kebiasaan. Tekad kuat dan kerja keras, akan mengubah nasib anda,” ujar Amran.

Untuk itu, tegas Amran, Pemuda Indonesia harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga mampu menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses di masa depan. Kunci paling utama, kata Amran, yang harus dilakukan adalah berinovasi, dan kalau sudah berhasil terus lakukan ”The power or repetition”.

“Dulu saya miskin, baju kemeja putih, celana hitam, serta ikat pinggang itu saja yang saya pakai selama 6 tahun. Umur 9 tahun saya sudah cari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam keadaan miskin, tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin. Saya kerja keras di bidang pertanian. Dulu saya tahun 1989 pinjam uang Rp500.000 dalam waktu 8 tahun menjadi Rp3 triliun. Kalau kita kerja keras pasti bisa sukses," ucap Amran dengan penuh semangat untuk membangkit semangat para pemuda Indonesia.

Pada kesempatan itu, Amran juga membeberkan capaian kebijakan pangan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini di antaranya terlihat dari data BPS, lompatan inflasi pangan di tahun 2014 sebesar 10,57 persen menjadi 1,26 persen di tahun 2017. "Ini lompatan yang luar biasa, bisa dikatakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Melompati 12 negara besar seperti Jerman dan China," katanya.

Capaian berikut, sambung Amran, produk domestik bruto (PDB) pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp1.463,9 triliun pada 2018. Ini pun merupakan lompatan kinerja pangan yang luar biasa.

"Untuk data PDB ini sudah divalidasi oleh BPS. Sektor pertanian menyumbang dalam peningkatan PDB. Jadi dari dua lompatan ini saja, yakni penurunan inflasi dan kenaikan PDB, pada empat tahun pemerintahan Jokowi-JK sudah sangat menggembirakan. Dan lompatan ini tidak terlepas dari program dan kebijakan yang sudah kami lakukan. Kita dorong pertanian dengan teknologi," ucap Amran.

Menurut Amran, capaian tersebut diraih melalui langkah atau program terobosan, sehingga tidak serta merta terjadi. Di antaranya melalui perubahan kebijakan atau perubahan sistem melalui online single submission dan pengurusan izin dokumen ekspor yang disusun sesingkat mungkin.

Hingga saat ini, Kementan telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 permentan atau Kepmentan. "Dulu mengurus izin bisa butuh waktu 3 tahun, 1 tahun, atau 3 bulan. Tapi hari ini di Kementan tanpa pungli, kalau kami temukan kami langsung pecat. Sekarang mengurus izin hanya butuh 3 jam dan tidak perlu ketemu,“ pungkasnya. (591)

Agro Pilihan