500 Ribu Hektare Rawa Menjadi Lahan Pertanian

Senin, 11 Pebruari 2019, 11:16 WIB

Pemerintah serius garap lahan rawa mendukung ketahanan pangan. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET --  Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 500 ribu hektare lahan rawa yang akan dijadikan lahan pertanian sebagai langkah merencanakan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. ”Tahun ini target 500 ribu hektare lahan rawa yang digarap untuk pertanian,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian, Justan Rinduan Siahaan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

Justan mengatakan, sebanyak 500 ribu hektar lahan rawa yang digarap untuk pertanian padi khususnya di lima daerah, yaitu 200 ribu hektare lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel), 200 ribu hektare Sumatera Selatan, dan 100 hektare lahan ini tersebar di Bandar Lampung, Sulawesi Selatan, dan Jambi.  Sedangkan perluasan areal sawah akan dilakukan di Riau, Sumatera dan Sulawesi.

”Daerah yang ada lahan rawanya, tahun ini kita garap untuk proses Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” katanya. Sebagai upaya menuju Indonesia menjadi lumbung pangan dunia Kementerian Pertanian sudah melakukan identifikasi. Hasilnya , membutuhkan lahan pertanian dan petani untuk mengarap lahan tersebut.

”Kalau untuk lahan memang terbatas, tetapi kita manfaatkan lahan rawa-rawa di daerah Indonesia. Sedangkan untuk petani ini masih rawan, maka itu Kementerian Pertanian mengajak para santri untuk menjadi petani,” ujarnya.

Sementara itu,  Direktur Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menyampaikan agenda kerja ini akan dilakukan dengan total anggaran sebesar Rp 4,9 triliun. "Termasuk untuk pengadaan alsintan, pengembangan embung dan irigasi-irigasi lainnya," katanya, Minggu (10/2).

Area rawa menjadi lokasi pengembangan lahan sawah terkini karena memiliki potensi yang besar. Dalam catatan Kementan, luas rawa di Indonesia mencapai 33,4 juta hektar yang terdiri dari lahan pasang surut seluas 23,05 juta hektar dan rawa lebak seluas 10,35 juta hektare. (234)

Agro Pilihan