Berantas DBD, Tasikmalaya Sebar Ribuan Cupang

Selasa, 12 Pebruari 2019, 09:21 WIB

Ikan cupang crown tail. | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET --  Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya bersama Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bandung dan komunitas budidaya ikan cupang Cimahi yakni Cimahi Betha Comunity (CBC) menyebarkan ribuan ikan cupang untuk memusnahkan jentik nyamuk demam berdarah di wilayah endemik penyakit, Jumat (8/2).

"Kami sebarkan 1.200 ekor ikan cupang ke beberapa wilayah endemik DBD di Kota Tasikmalaya. Seperti di Perum Kota Baru, Kecamatan Cibeureum ini, secara simbolis kita tebarkan bersama masyarakat di sini," ujar Kepala Bidang Perikanan Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman Raksanagara, di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat siang.

Wilayah Cibereum dipilih sebagai titik pemberian bantuan 1.200 ekor ikan cupang mengingat Kecamatan Cibeureum merupakan wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi. Hingga saat ini, kasus DBD di Tasik total terdapat 64 kasus, 12 di antaranya terjadi ke Cibeureum.

“Sedangkan enam di antaranya terjadi di Kelurahan Kotabaru. Oleh karena itu, pemberian bantuan ini diharap dapat menekan kasus DBD,” jelas Hendra.

Dari 64 kasus, tambahnya, tidak ada satupun pasien yang meninggal karena DBD. Sebelumnya, sempat terdapat beberapa orang yang diduga meninggal karena DBD, namun, lanjutnya, setelah dilakukan uji laboratorium, maka dapat dipastikan bahwa hal itu bukan disebabkan oleh DBD.

Dalam kesempatan yang sama Kepala SKIPM Bandung Dedy Arief mengatakan, ikan cupang atau betta memang merupakan salah satu ikan yang dapat digunakan sebagai predator jentik nyamuk. “Satu tempat air cukup diletakan satu ikan. Masyarakat tak perlu khawatir karena ikan ini tidak menimbulkan pencemaran air,” jelas Dedy.

Ia menilai seluruh ikan cupang yang diberikan merupakan bantuan tanggung jawab sosial dari Cimahi Betta Comunity (CBC). "Selain di Tasik, pemberian bantuan juga telah dilakukan di Cimahi, selanjutnya, hal serupa akan dilakukan di Cianjur dan Sukabumi," tambahnya.

Ia pun optimistis langkah ini dapat optimal dalam menekan DBD karena ikan cupang merupakan ikan yang minim perawatan dan dalam sekali makan dapat mengonsumsi 80 jentik nyamuk. Selain itu, ikan cupang juga memiliki nilai ekonomi serta mudah berkembang biak. (234)