Menuju Swasembada Kentang Industri 2020

Selasa, 12 Pebruari 2019, 15:26 WIB

Kentang Medians dan Amabile. | Sumber Foto: Litbang Hortikultura

AGRONET -- Target swasembada kentang untuk industri 2020 masih terus digalakkan oleh Kementerian Pertanian. Pada sisi lain, mandeknya aliran keran impor kentang konsumsi pada 2018 merupakan prestasi yang patut diacungi jempol.

Berdasar data Direktorat Jenderal Hortikultura, Indonesia bahkan sudah bisa dikatakan berswasembada kentang konsumsi. Hingga kuartal ke empat 2018, Indonesia bahkan mampu mengekspor sebanyak 2.781 ton kentang segar. 

Akan tetapi, keberhasil swasembada kentang konsumsi belum berlaku bagi kentang industri. Walaupun demikian, swasembada kentang industri bukan lagi angan-angan yang jauh dari kata terwujud. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kentang industri pada periode Januari-September 2018 turun menjadi 29.649 ton, dari angka 51.849 ton pada 2017. 

Swasembada kentang industri yang awalnya ditargetkan pada 2019. Namun, urung diwujudkan karena kendala kesiapan industri, kemampuan produksi, umur panen tiga bulan, dan proses panen menjadi benih yang cukup lama, yaitu 3 sampai 4 bulan. Paling lambat, swasembada baru bisa terwujud pada 2020.

Mengutip ulasan dari Litbang Hortikultura, sejalan dengan target swasembada kentang industri 2020, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menawarkan jawaban jitu dengan menyajikan dua varietas kentang unggulan, yaitu kentang medians dan amabile. Kedua varietas tersebut telah dirilis sejak 2017 lalu. Varietas kentang tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembangan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbang Hortikultura).

Kentang medians memiliki keunggulan potensi produksinya mencapai 31,9 ton per ha, umur panen hanya 100 - 110 hari, tahan penyakit busuk daun hingga 90 persen, serta bentuk ovalnya yang sangat cocok untuk diolah menjadi keripik kentang (chips). Kentang medians sudah cukup populer di kalangan petani, mengingat medians merupakan kentang hasil penyempurnaan varietas sebelumnya, yaitu atlantik. 

Tak kalah menarik dari kentang medians, kentang amabile juga memiliki keunggulan, yaitu potensi produksi 29,2 ton per ha, umur panen yang relatif pendek sekitar 100-110 hari, dan tahan terhadap penyakit hawar daun. Amabile sangat cocok sebagai bahan baku industri olahan kentang khususnya kentang goreng (french fries) karena bentuknya yang memanjang. (591)

Agro Pilihan