Petani Jagung dan Peternak Ayam Disinergikan

Sabtu, 16 Pebruari 2019, 05:24 WIB

Pada minggu pertama hingga ke empat bulan Februari 2019, jumlah panen jagung sudah mencapai 9.379 ha. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan.

AGRONET -- Kementerian Pertanian terus mengawal panen raya jagung di sejumlah daerah yang berlangsung pada Februari 2019 ini. Sebagai langkah konkret, tim pusat sudah turun ke 23 provinsi wilayah panen jagung untuk memberi kepastian pasar kepada petani jagung dan peternak ayam.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, mengatakan pihaknya sudah menjembatani penyerapan jagung dari petani ke peternak. "Melalui peran Bulog, pengawalan ini bertujuan agar kebutuhan jagung para peternak cepat terpenuhi. Misalnya, pengawalan panen raya jagung 9 ribu hektare (ha) di delapan kabupaten, antara lain di Lamongan, Tuban, dan Grobogan," katanya, Jumat (15/2).

"Panen sudah dimulai sejak minggu pertama Februari 2019, dan puncaknya pada minggu ke tiga Februari ini. Untuk itu kami berharap Bulog dapat membantu menyerap jagung petani saat panen raya ini, sehingga dapat menjadi buffer stock," katanya.

Mengacu pada data Ditjen Tanaman Pangan, pada minggu pertama hingga ke empat bulan Februari 2019 ini, jumlah panen jagung sudah mencapai 9.379 ha. Capaian terbesar di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 3.200 ha. Kemudian, disusul wilayah Solok Selatan, Agam, dan Pasaman, Provinsi Sumbar, dengan masing-masing capaian 1500, 1200, dan 1.000 ha. Kabupaten lainnya, seperti Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Limapuluhkota, masih dalam tahap proses panen.

Terkait dengan keberlanjutan ketersediaan jagung, dia mengusulkan agar Pemda membuat BUMD dengan memanfaatkan dana desa. "BUMD ini juga sekaligus untuk membangun silo, sehingga dapat menyerap jagung hasil panen petani. Saya perhatikan penanganan pascapanen jagung sangatlah diperlukan, terutama saat panen raya tiba seperti ini," ujar Diarmita.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sumatera Barat, Avrizal Arman, mendukung langkah pemerintah pusat dalam mewujudkan kemitraan antara petani jagung dan peternak ayam dalam penyerapan jagung. "Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, agar ada kerja sama dalam penyerapan jagung, serta pengaturan masa panen antar daerah," katanya.

Menurutnya, Sumatera Barat sebagai salah satu sentra ternak ayam petelur membutuhkan pakan yang sangat tinggi. "Setahun mencapai 400 ribu ton, 260 ribu ton untuk peternak petelur mandiri, dan 140 ribu ton untuk pabrik pakan," ujarnya.

Untuk pengembangan jagung di Sumbar, Pemda setempat mempunyai rencana jangka panjang untuk memfasilitasi petani dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam budi daya jagung. "Rencana itu kita harapakan terealisasi dalam waktu dekat ini," pungkas Avrizal. (591)