Amran Sulaiman Lepas Ekspor Manggis Sukabumi

Kamis, 21 Pebruari 2019, 13:55 WIB

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan.

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat ke Tiongkok. Jumlah ekspor sebanyak 92 ton dengan nilai mencapai Rp2,76 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan pada acara Apresiasi Kementerian Pertanian terhadap kinerja ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2). Acara dihadiri Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Anggota DPR RI, Dewi Asmara, dan lebih dari 10.000 petani, serta santri tani milenial.

Amran memaparkan Indonesia merupakan negara eksportir manggis peringkat ke-5 dunia setelah India, Cina, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara seperti ke Cina, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton, naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sedangkan nilai ekspor 2018 tersebut mencapai Rp474 miliar naik 778 persen dibandingkan 2017 Rp54 miliar.

"Ini merupakan peningkatan yang sangat besar karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke Cina, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dahulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu point pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan meningkat karena nilai tambah dinikmati petani," ungkap Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan selama tahun 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok telah memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp448, 127 miliar. Dari jumlah tersebut ekspor manggis dari Sukabumi mencapai  2.211 ton atau senilai Rp66,327 miliar.  Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor.

Pada kesempatan itu, anggota DPR RI, Dewi Asmara, mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian pada pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik. "Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri," ujarnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, optimis ekspor hortikultura khususnya manggis akan semakin meningkat. Untuk itu, upaya yang dilakukan antara lain, mendorong kawasan sentra manggis terbesar, yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Banten. Kemudian meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. (591)