Area Tanam Bawang Putih di Wonosobo Meningkat

Minggu, 24 Pebruari 2019, 10:48 WIB

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, panen perdana bawang putih di Wonosobo. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Upaya Kementerian Pertanian membangkitkan kembali bawang putih menuju swasembada 2021 terus digalakkan. Sepanjang tahun 2018 telah tertanam seluas 8 ribu hektare (ha), meningkat 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, mengapresiasi upaya seluruh pihak, baik importir, dinas terkait, dan petani Wonosobo yang mampu meningkatkan penanaman bawang putih. "Kementan punya program yang baik. Importir yang biasanya berdagang dan impor, sekarang malah bahu-membahu dengan petani tanam di dalam negeri melalui kemitraan," ujar Suwandi saat panen perdana bawang putih kerja sama kelompok tani dengan importir di Pagerejo Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (23/2). 

Tercatat, pada tahun 2017 lalu, luas panen bawang putih hanya 2.146 ha. Salah satu bekas sentra bawang putih yang kini kembali bangkit adalah Kabupaten Wonosobo di lereng Gunung Sindoro, Prau, Sumbing, dan Kembang.

Suwandi berharap agar Wonosobo bisa mendukung swasembada bawang putih pada 2021, karena wilayah ini memiliki lokasi yang cocok, tanah subur, dan hasil yang baik. Dengan varietas lokal, hasil panennya bisa mencapai 12 hingga 14 ton per ha. "Pada APBN 2019 kami alokasikan 50 ha. Saya targetkan 1.000 ha tertanam di Wonosobo," ucapnya.

Suwandi menegaskan seluruh hasil panen bawang putih tahun 2019 hingga 2020 masih akan difokuskan untuk benih. Pihaknya memperkirakan, tahun 2019 secara nasional akan ditanam bawang putih minimal 25 ribu ha, terdiri dari APBN sebesar 10.425 ha, wajib tanam importir 8.000 ha, serta sisanya dari investor dan swadaya masyarakat.

"Tahun 2021 kita targetkan mampu tanam 100 ribu ha sehingga swasembada benar-benar terwujud, baik konsumsi maupun benih. Ini proses mengembalikan kejayaan bawang putih nasional kita, yang perlu keterlibatan semua pihak," tegas dia.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, yang ikut dalam acara panen menyambut baik program swasembada bawang putih. Dia menyebut wilayahnya memiliki potensi lahan yang cocok untuk bawang putih seluas 3.750 ha, namun belum dikelola optimal. 

"Faktanya, dulu Wonosobo dikenal sebagai sentra besar bawang putih. Banyak ditanam varietas lokal Lengkong Kuning. Pusatnya di Kecamatan Kertek, Garung, Kalikajar, Sapuran, dan Watumalang. Namun, seperti halnya nasib sentra lain, karena impor besar-besaran lambat laun bawang putih Wonosobo jadi tenggelam," tuturnya.

Menurut Eko, tidak mudah meyakinkan petani untuk mau kembali menanam bawang putih. Namun sejak ada program kemitraan dengan importir, sekarang mulai menggeliat lagi. Sementara ini sudah ada 380 ha oleh 11 importir dan akan terus meluas. "Panen hari ini seluas 50 ha, varietas lumbu kuning dan hasilnya bagus sekali. Petani senang dan makin semangat menanam bawang putih," ujarnya. 

Wakil Direksi PT. Maju Makmur Jaya Kurnia, Finan, mengaku bangga dengan petani Wonosobo yang semangat menanam bawang putih. Pihaknya berharap kemitraan ini bisa menjadi contoh dan bisa diperluas lagi di masa-masa mendatang. "Kami sebagai pelaku usaha siap mengikuti aturan dan program pemerintah," kata dia.

Agus, Ketua Kelompok tani Peta Mutiara, bersyukur bisa bermitra dengan importir, sebab bisa kembali menanam bawang putih lagi dengan produksi dan pasar yang terjamin. "Program ini bagus. Kami minta pemerintah lebih ketat lagi dalam pengawasan benih bermutu supaya petani tidak dirugikan," bebernya. (591)