Inovasi Pertanian Berbasis Sumber Daya Lokal

Selasa, 05 Maret 2019, 08:02 WIB

Lahan pertanian (Ilustrasi) | Sumber Foto:Teknopreneur

AGRONET -- Peningkatan kebutuhan pangan seiring laju pertambahan penduduk mendorong mengintensifkan lahan eksisting dengan memperdayakan sumberdaya secara bijak. Untuk itu Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) melakukan inovasi teknologi berbasis sumber daya lokal.

 Seperti dilansir Balingtan (4/3), pengelolaan lahan sawah dengan Panca Kelola Lahan Sawah Ramah Lingkungan (Panca Kelola Ramli) merupakan salah satu kegiatan diseminasi. Kegiatannya terdiri atas lima paket teknologi inovatif berbasis sumber daya lokal yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan).

Panca kelola ramli terdiri atas 5 komponen teknologi, meliputi: Penggunaan varietas unggul adaptif perubahan iklim; Penggunaan amelioran biochar-kompos; Pemupukan berimbang dengan menggunakan urea berlapis arang; Pengaturan air; dan penggunaan pestisida nabati.

Seperti penerapan di luas lahan di Desa Wotan 2.113 hektare (ha) dan sebanyak 1.756 ha merupakan lahan sawah. Lahan sawahnya merupakan sawah irigasi. Panca Kelola Ramli musim ke dua di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Jawa Tengah, ini telah dimulai sejak bulan September 2018 dengan olah tanah I, olah tanah II, persemaian benih Inpari 42, dan penyebaran biokompos sebanyak 3 ton/ha ke lahan.

Perubahan varietas padi yang ditanam dari Inpari 33 menjadi Inpari 42 dengan pertimbangan Inpari 42 lebih tahan terhadap hawar daun bakteri dan batangnya lebih kokoh. Saat bibit padi berumur 21 hari dilakukan tanam pindah. Sistem tanam yang digunakan adalah jajar legowo 2 : 1.

Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang telah dilakukan maka dilakukan pengambilan contoh gas rumah kaca. Juga dilakukan pengukuran parameter tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan) secara berkala 2 minggu sekali.

Untuk mengetahui perkembangan dan mamantau kegiatan yang telah dilakukan maka dilakukan peninjauan oleh tim MONEV (monitoring dan evaluasi) pada tanggal 23 Januari 2019. Tanaman secara keseluruhan tampak hijau dan pertumbuhannya seragam. 

Namun bila dilihat secara dekat beberapa tanaman terserang ulat penggulung daun, diperkirakan sekitar 1 persen dari keseluruhan. Maka akan segera dilakukan penyemprotan insektisida untuk menghindari hama menyerang lebih parah lagi.

Penggunaan biopestisida dan biokompos tampak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan performa secara visual (lebih tinggi dan lebih hijau). Dilihat dari tanaman demplot dibandingkan dengan petani yang tidak menggunakan biopestisida. (591)