Kementan Dorong Peningkatan Produksi Kakao

Selasa, 12 Maret 2019, 05:28 WIB

Buah Kakao | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Salah satu sektor pertanian yang menjadi program strategis adalah produk olahan perkebunan. Untuk itu Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), terus mendorong peningkatan produksi melalui program hilirisasi industri, memberi bantuan bibit, alsintan, dan bimbingan teknis.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan program peningkatan produk perkebunan terus digencarkan. Menurutnya, produk perkebunan, seperti kakao dan kopi yang dijual tidak hanya dalam bentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olahan yang dapat meningkatkan pendapatan petani.

"Diharapkan program ini ada nilai tambahnya. Bahkan bisa mencapai 1.000 persen," jelas Amran dalam acara Mengembalikan Kejayaan Rempah dan Komoditas Perkebunan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (11/3).

Dia mengatakan, produk olahan Indonesia harus lebih baik dari produk negara-negara lain. Ia mencontohkan, jika berkunjung ke Singapura, maka orang akan bangga karena membawa oleh-oleh cokelat Silverqueen. Padahal, kata dia, semua bahan baku pembuatan cokelat tersebut berasal dari Indonesia.

"Prosesing di sana, harganya sekitar Rp19.000- Rp20.000, naik 2.000 persen. Nilai tambahnya ada di negara lain. Karena ini industri kecil, anggarannya sekitar Rp500 juta sampai Rp 1 miliiar," katanya.

Sementara itu, Bupati Luwu, Basmi Mattayang, menilai program Kementan dalam mengembalikan kejayaan kakao dan kopi harus didukung semua pihak. "Jika program ini berjalan, kami yakin dapat meningkatkan pendapatan petani. Produktivitas naik dan ditambah lagi dengan dibangunya hilirisasi industri kakao dan kopi. Sebab ini menjadi masalah petani saat ini," katanya.

Data BPS mencatat, sepanjang tahun 2018, produksi kakao menyentuh angka 24.260 ton, dengan luas lahan 35.311 hektare. Namun produktivitasnya semakin menurun karena umur tanaman yang sudah tua.

Pada tahun 2019, Kementan menggelontarkan bantuan untuk Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Timur sebanyak Rp56,23 miliar. Bantuan itu berupa benih, alat mesin pertanian, dan ternak. 

Sementara untuk bantuan peremajaan kopi di Tana Toraja mencapai 400 hektare dengan total nilai Rp3,08 miliar. Adapun untuk Kabupaten Toraja Utara luasnya mencapai 300 hektare dengan total anggaran Rp2,85 miliar. (591)