Petani Diimbau Gunakan Pestisida Alami

Jumat, 29 Maret 2019, 08:30 WIB

Gambar ilustrasi. | Sumber Foto: Kementan

AGRONET -- Penggunaan pestisida kimia berpotensi dimanfaatkan para oknum untuk menjual pestisida palsu yang tidak memiliki khasiat. Untuk itu para petani diimbau agar tidak tergiur dengan pestisida murah dan tidak terdaftar di Kementerian Pertanian.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, saat hadir pada gelar alat bukti usai penangkapan pengedar pestisida palsu di Polres Brebes, Jawa Tengah, Selasa lalu (27/3). Dia pun prihatin karena pestisida palsu itu dapat merugikan usaha petani bawang merah yang sudah bekerja hingga siang dan malam.

Untuk itu dia pun mengimbau para petani agar benar-benar teliti dan hati-hati sebelum membeli. “Tanyakan ke petugas penyuluh, dinas, atau setidaknya kepada ketua kelompok," imbuhnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, mengaku senang sekaligus prihatin dengan berita penangkapan pengedar pestisida palsu di Brebes. Pihaknya mengapresiasi kinerja Kepolisian dalam mengusut tuntas para pelaku beserta jaringannya yang merugikan petani ini.

Suwandi menegaskan pihaknya tak henti-henti mengajak petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Caranya dengan menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu ramah lingkungan.

"Ini pembelajaran untuk kita semua. Ayo mulai sekarang petani bersama petugas saling bahu-membahu menerapkan budi daya yang lebih ramah lingkungan. Gunakan pestisida nabati. Ini bisa dibuat sendiri, bahan bakunya melimpah, ada di sekitar kita. Selain ramah lingkungan juga lebih hemat biaya," tegasnya.

Suwandi menjelaskan penggunaan bahan organik dan pestisida nabati akan berdampak positif untuk perbaikan kualitas lahan, mengefisienkan biaya produksi dan memperbaiki mutu produk bawang merah. Pihaknya pun telah melarang uang APBN digunakan untuk membeli pestisida kimia. (591)