Bantu Pesantren, Susi Tekankan Santri Konsumsi Ikan

Selasa, 09 April 2019, 11:12 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyerahkan bantuan kepada pesantren di Jawa Barat. | Sumber Foto: KKP

AGRONET -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menekankan pentingnya masyarakat  meningkatkan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini guna menangggulangi persoalan stunting (gangguan pertumbuhan) dan untuk mendorong  Gerakan Masyarakat untuk Sadar Mutu dan Karantina Ikan (Gemasatukata) melalui pengenalan ikan segar dan berkualitas. 

Hal itu disampaikan Susi saat mengunjungi sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Barat, Senin (8/4). Susi mendatangi tiga Ponpes sekaligus yaitu Ponpes Al-Quran Cijantung, Kabupaten Ciamis; Ponpes Darussalam, Kabupaten Ciamis; dan Ponpes Al Munawar, Pasir Bokor, Tasikmalaya. 

Dalam kesempatan ini KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dan BKIPM menyerahkan bantuan kepada tiga pesantren berupa program budi daya bioflok, benih ikan, dan ikan segar. Bantuan ikan segar tersebut dimasak untuk dimakan bersama para santri dan sebagian dibagikan bagi masyarakat sekitar. 

Di Ponpes Al Quran Cijantung diserahkan bantuan berupa 12 lubang budi daya nila sistem bioflok, 20.000 ekor benih nila, 1.000 kg pakan ikan, dan 1,75 ton ikan sarden segar. Di Ponpes Darussalam diserahkan bantuan berupa 12 lubang budi daya nila sistem bioflok, 100.000 ekor benih nila, 1.500 kg pakan mandiri, dan 1,75 ton ikan sarden segar. Sementara di Ponpes Al Munawar diserahkan 12 lubang budi daya nila sistem bioflok, 100.000 ekor benih nila, 1.000 kg pakan mandiri, dan 1 ton ikan sarden segar. 

Menurut Susi, generasi muda perlu diajarkan kecintaan mengonsumsi ikan. Harapannya dapat mengubah pola konsumsinya dari daging merah dan aneka junk food menjadi seafood atau makanan produk kelautan dan perikanan. Ia melanjutkan, misi ini merupakan tugas bersama seluruh komponen bangsa dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas melalui konsumsi ikan yang memiliki kandungan gizi menyehatkan dibandingkan protein hewani lainnya.

Peningkatan konsumsi ikan ini merupakan program pemerintah lainnya di samping menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menjadikan laut masa depan bangsa. Pemerintah, kata Susi, tengah berupaya menurunkan angka gangguan pertumbuhan (stunting), di mana 1 dari 3 anak tumbuh stunting.

Saat ini angka konsumsi ikan nasional meningkat menjadi 50.69 kg per kapita di tahun 2018. Data riset kesehatan dasar oleh Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan terjadi penurunan angka stunting di Indonesia dari 37,8 persen di tahun 2013 menjadi 30,8 persen di 2018.

Ketua Yayasan Al Quran, Otong Nur Muhammad, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan KKP. Ia juga mengapresiasi Menteri Susi atas berbagai program dan kebijakan yang dinilai telah mampu menggerakkan sektor kelautan dan perikanan ke arah yang lebih baik. (591)