Memotivasi Milenial Melalui Museum Pertanian

Senin, 22 April 2019, 14:50 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mewakili Mentan meresmikan Museum Pertanian dan Gedung Pustaka, dan Pengetahuan Digital (22/4). | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian memberikan kontribusi terbaik untuk menjadikan Museum Pertanian sebagai ikon wisata sejarah pertanian dan peternakan bernilai tinggi yang menjadi sarana edukasi, penelitian dan wisata bagi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum bahkan dapat menjadi  wadah baru bagi para penggiat media sosial.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro menyampaikan bahwa Kementan berupaya mewujudkan  Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sebagai wisata edukasi sejarah pertanian dan peternakan untuk masyarakat luas.

"Kita memperkenalkan  fasilitas yang dimiliki PUSTAKA pada seluruh elemen masyarakat" ujar Syukur, saat mewakili Mentan meresmikan  Museum Pertanian dan Gedung Pustaka, dan Pengetahuan Digital (22/4).

Selain dihadiri oleh perwakilan dari setiap instansi Lingkup Kementerian Pertanian, juga dihadiri oleh Swasta, dan perwakilan negara mitra antara lain Argentina, Korea,  Rusia, New Zealand, USA, IFAD  FAO,  dan TETO.

Setelah diresmikan, Museum Pertanian ini pun bisa langsung dikunjungi oleh masyarakat umum dan gratis selama empat bulan. Museum ini juga akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bogor yang terintergrasi dengan Kebun Raya Bogor.

Banyak pengetahuan tentang peternakan yang dapat diketahui oleh masyarakat seperti Sejarah Peternakan Indonesia, Perkembangan Peternakan Unggas, Perkembangan Peternakan Sapi Pedaging, Perkembangan peternakan sapi perah/persusuan yang dan disajikan secara kekinian sehingga mudah dan  dipahami oleh masyarakat khususnya para generasi muda atau milenial. Selain itu, artefak berupa patung peternakan dan kesehatan hewan juga dipamerkan di gedung D2 Museum Pertanian.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan , I Ketut Diarmita, menerima ucapan terimakasih dari Pustaka sebagai panitia  penyelangara atas kontribusinya secara all out dalam memberikan pengetahun di bidang peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Generasi  Milineal sebagai penentu kemajuan pertanian dan peternakan, karena  generasi ini memiliki kekuatan berinovasi dan gagasan kreatif  bagi kelangsungan pertanian" ungkap Ketut.

Lanjut Ketut, museum diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran sejarah baru yang tidak menoton, sehingga generasi milineal tertarik memahami sejarah pertanian bangsanya. 

Kepala Pusat Pepustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Leli Nuryati mengatakan Museum Pertanian memberikan konsep Wisata Edukasi dengan tema “Bertolak dari Masa Lalu, Menapak ke Masa Depan” artinya museum ini  untuk menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan perkembangan pertanian bangsa dari masa lalu hingga masa sekarang serta ilustrasinya pada masa yang akan datang.

“Museum ini memberikan sejarah pertanian dan peradaban dimasa lalu, masa kini dan masa datang" ungkap Leli

"Saat ini untuk masuk museum masih membebaskan tiket masuk,  tanpa dipungut biaya, harapannya museum ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat khususnya para generasi muda” ungkap Leli. Untuk sementara museum buka setiap hari kerja dari pukul 08.00 sd 16.00 WIB.

Pada akhir kegiatan,  Syukur  mengajak masyarakat untuk datang dan menimba ilmu di Museum Tanah dan Pertanian terdiri dari 4 gedung yaitu :  Gedung A, khusus menyajikan berbagai koleksi hasil penelitian tanah seperti makromonolit tanah-tanah di Indonesia. Gedung B, merupakan perkantoran dan terdapat ruang rapat.

Sedangkan gedung C, terdiri dari 3 lantai yang masing-masing mempunyai tema untuk setiap lantainya. Tema lantai C1 yaitu pertanian sacara umum dari jaman dulu sampai sekarang. Tema lantai C2 yaitu untuk komoditas subsektor tanaman pangan, perkebunan dan hotikultura, di lantai C2 juga terdapat cafe yang menyediakan kopi dan teh dari berbagai daerah di Indonesia. Tema lantai C3 yaitu pertanian masa depan dimana salah satunya adalah impian Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.

Gedung D, terdiri dari 3 lantai yaitu lantai D1 merupakan area playground untuk anak anak agar mengenal pertanian dan peternakan.  Lantai D2 khusus untuk subsektor peternakan yang menyajikan informasi berbagai komoditas peternakan seperti ayam, kambing, domba dan sapi serta jenis-jenis pakannya, terdapat pula diorama sapi Belgian Blue dan artefak terkait inseminasi buatan, perkembangan industri susu dari dulu sampai sekarang, dan juga kesehatan hewan seperti Pusvetma , BBPMSOH dan lainnya.

Lantai D3 terdapat Minicinema untuk menampilkan video dengan durasi panjang sedangkan  Rooftop gedung D diisi dengan tanaman hias hasil penelitian dan pengembangan dari Balai Penelitian Tanaman Hias dengan view gunung salak. "Di lantai 3, kita memberikan spirit ke depan, dan sudah dimulai sekarang, bahwa pertanian itu bersih, ngikutin teknologi, ada mekanisasi. Kemudian semuanya pakai gadget dan sebagainya, dan orientasinya ke bisnis. Jadi bagaimana agar milenial tertarik terjun ke bidang pertanian yang selama ini dipandang kotor, miskin dan sebagainya," jelasnya.

"Banyak spot foto dan video yang bisa dimanfaatkan disini. Kami mengajak milineal untuk berbagi informasi pengetahuan pertanian dan peternakan melalui medsos atau blog yang dimilikinya" tutup Syukur.

Kementerian Pertanian ingin mengubah stigma masyarakat khususnya kaum milenial terhadap sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dan kurang diminati.(234)