Ketahanan Pangan Harus Dibangun Bersama

Selasa, 30 April 2019, 06:57 WIB

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, (kiri) bersama Gubernur Jambi, Fachrori Umar, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jambi. | Sumber Foto: Humas Badan Ketahanan Pangan Kementan.

AGRONET -- Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengatakan penanganan masalah ketahanan pangan harus dilakukan bersama-sama. Seluruh pemangku kepentingan harus dilibatkan agar kompleksitas persoalan ketahanan pangan dapat diatasi. 

"Sektor ketahanan pangan merupakan syarat mutlak dalam pembangunan suatu bangsa. Persoalan ketahanan pangan cukup kompleks, karena itu penanganannya harus dilakukan bersama, baik dari sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan lainnya," tegas Agung di hadapan peserta Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jambi, di Kantor Bappeda, Senin (29/4). Rakor DKP ini dihadiri Bupati/Walikota se provinsi Jambi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pokja Ahli DKP, dan undangan lainnya.

Agung menambahkan untuk menangani ketahanan pangan pihaknya sudah menyusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). Peta ini telah digunakan untuk perencanaan program di daerah agar ketahanan pangan semakin kokoh dan daerah yang mengalami kerentanan pangan dapat semakin berkurang.

"Peta FSVA adalah peta yang menyajikan sebaran daerah berdasarkan kerawanan dan kerentanan pangan. Dengan mengetahui daerah-daerah rentan pangan, penanganannya akan semakin mudah dan tepat sasaran," tambah Agung yang juga Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan ini.

Dalam kesempatan Rakor ini, Agung mengharapkan agar Pemda dapat merumuskan kebijakan penanganan kerentanan pangan yang komprehensif, efektif, dan efisien. "Di sini hadir dinas-dinas terkait masalah pangan dan ada juga Pokja Ahli DKP. Rumuskanlah kebijakan yang komprehensif untuk penanganan kerentanan pangan agar ketahanan pangan di daerah ini semakin mantap," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengatakan dalam membangun ketahanan pangan di daerah yang penting dilakukan adalah memperkecil resiko terjadinya kerawanan pangan. Menurutnya, suatu daerah dapat dikatakan tahan pangan, kalau mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang cukup, baik jumlah maupun mutunya. "Saya minta Bupati dan Walikota menyusun peta FSVA sampai tingkat desa, agar ketahanan pangan semakin mantap, sebagaimana Visi Jambi Tuntas 2021," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jambi, Amir Hasbi, mengatakan agar para Kepala Dinas di daerah dapat menindaklanjuti kebijakan Gubernur Jambi. Tujuannya agar ketahanan pangan di seluruh wilayah Jambi semakin baik. (591)