Kementan Pimpin Rakor Sergap Khusus di Jawa Tengah

Rabu, 01 Mei 2019, 06:48 WIB

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, saat memimpin rakor sergap di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Semarang, Jateng, Selasa (30/4). | Sumber Foto:dok kementan

 AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat koordinasi (Rakor) sergap khusus untuk mempercepat serapan gabah petani di Jawa Tengah oleh Bulog yang dinilai masih rendah.

Serapan yang dilakukan Bulog Divre Jawa Tengah hingga kini 29 April ini baru sebesar 30.653 ton atau 11,83 persen dari target yang ditetapkan.

"Rakor sergap khusus ini sangat penting karena serapan gabah di Jateng masih sangat rendah. Tolong ini diperhatikan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, saat memimpin rakor sergap di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Semarang, Jateng, Selasa (30/4).

Rakor sergap ini dihadiri Sekretaris BKP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng. Sementara Bulog diwakili Kabid Pengadaan, Wakadivre, dan Kasubdivre Bulog Jateng.

Menurut Agung yang juga Ketua Penanggung Jawab Sergap Nasional, pihaknya perlu menggelar rapat sergap khusus di Jawa Tengah untuk meningkatkan serapan gabah petani, karena momentum menyerap gabah petani hanya tinggal beberapa bulan.

"Peluang penyerapan hanya di bulan Mei dan pertengahan Juni. Kalau momentum ini tidak dimanfaatkan serapan gabah di Jateng akan sangat rendah dan tidak mencapai target," ujarnya.

Agung menegaskan Kementerian Pertanian berusaha keras mendorong Bulog menyerap gabah/beras petani. Melalui rapat koordinasi khusus ini pihaknya dapat mengetahui apa permasalahan di lapangan, sekaligus mencari solusinya.

Potensi produksi panen di Jawa Tengah bulan Mei 617.981 ton GKP dan Juni 1.243.631 ton GKP. Penyerapan gabah/beras petani Jawa Tengah ditarget sebesar 290.398 ton tahun 2019.  Sebesar 259.149 ton ditargetkan terpenuhi dari Januari sampai bulan April 2019.

Menurut Agung, dengan potensi panen yang masih banyak, seharusnya Jawa Tengah bisa menyerap 3 ribu ton/hari seperti Jawa Barat dan Jawa Timur sebagaimana ditargetkan. Serapan gabah Jateng yang baru berkisar 600 ribu/hari, hanya separuh dari NTB yang mencapai 1.500 dan Lampung 1.200 ton/hari. (591)

BERITA TERKAIT