Indonesia Menjadi Host Country Pertemuan GRA di Bali

Kamis, 02 Mei 2019, 08:01 WIB

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, menerima Special Representative GRA Mr. Hayden Montgomery dan Tim Pendamping dari New Zealand Embassy. | Sumber Foto: Balitbangtan

AGRONET -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry,  pada Senin (29/4) menerima Special Representative GRA, Mr. Hayden Montgomery, dan Tim Pendamping dari New Zealand Embassy. Dalam kesempatan tersebut Kepala Balitbangtan menyampaikan Indonesia merasa terhormat dengan pelaksanaan pertemuan ke-Sembilan council meeting .

Council Meeting akan berlangsung pada 6-10 Oktober 2019 di Bali. Pertemuan akan dirangkai dengan Climate Smartd Agriculture Meeting. Ajang internasional ini membuktikan kebutuhan jejaring kerjasama baik antar lembaga riset maupun antar negara. Pertemuan ini akan dimanfaatkan Indonesia guna mengangkat tema Local Knowledge Adoption : Precision Farming and Application Development sebagai sharing knowledge akan best practices mengenai precision farming.

Fadjry mengingatkan Indonesia saat ini sudah menjadi negara G20 dan bisa lebih berperan secara internasional. Menurutnya, negara-negara lain masih memerlukan bantuan seperti negara Micronesia yang membutuhkan tenaga pendamping dalam budi daya padi. Sementara Fiji dan Solomon menginginkan kerjasama riset kelapa. Balitbangtan sebagai anggota GRA juga berkesempatan mengajak negara-negara ASEAN yang belum bergabung, seperti Laos, Kamboja, dan Myanmar sebagai observer.

Sementara itu, Montgomery menyatakan bahwa pertemuan ke-9 di Bali ini sudah diumumkan bersama Kepala Balitbangtan yang hadir di MACS G20 di Tokyo pada 24-26 April 2019 lalu. Negara-negara yang tergabung dalam GRA saat ini sudah mencapai 56 negara. GRA merupakan organisasi internasional yang memberi keuntungan bagi negara anggotanya terkait pemanfaatan dan kerjasama penelitian. (591)