Stok Pangan Terkendali Selama Ramadhan dan Idul Fitri

Selasa, 14 Mei 2019, 11:55 WIB

Forum diskusi Pengendalian Bahan Pangan di Jakarta. | Sumber Foto:Menko Ekonomi

AGRONET -- Selama bulan Ramadan hingga hari raya Idul fitri, pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan pokok di pasaran. Keyakinan ini dilandaskan pada tingkat inflasi volatile food yang lebih terkendali. Bahkan dalam kurun dua tahun terakhir, perkembangan inflasi di bulan puasa dan hari raya Idul Fitri mengalami penurunan dan terjaga di level stabil.
 
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud, menjelaskan umumnya kenaikan harga pada beberapa jenis komoditas pangan terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan akan komoditas tersebut. “Biasanya memang terjadi peningkatan konsumsi sekitar 10-20 persen, baik itu telur, daging, cabai, dan hampir semua komoditas pangan lainnya. Tapi, kami akan terus menjaga ketersediaan stok,” ujarnya dalam acara FMB9 bertajuk “Pengendalian Bahan Pangan,” di Jakarta, Senin (13/5).
 
Ditambahkannya, pemerintah bersama Bulog juga akan merancang pembangunan gudang-gudang di daerah yang surplus, misalnya beras. Demikian pula untuk daerah-daerah yang defisit sehingga harga bisa dikendalikan di tingkat konsumen tanpa mengorbankan harga di tingkat produsen.
 
 
Untuk produk olahan cabai dan bawang juga menjadi alternatif untuk menjaga dua komoditas ini bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Misal cabai segar ke cabai bubuk atau bentuk olahan lainnya. Sementara daging, telur, dan komoditas lainnya, Musdhalifah meyakinkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, serta Satgas Pangan untuk memastikan kestabilan harga.
 
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, menambahkan pemerintah juga telah menambah luas tanam cabai, bawang merah, dan jagung pada 3-4 bulan sebelum Ramadan tiba. “Itu adalah salah satu bentuk antisipasi dari naiknya permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran. Studi kami menunjukkan bahwa biasanya ada kenaikan di tiga hari sebelum masuk Ramadan, seminggu kemudian turun, lalu seminggu sebelum Idul Fitri akan naik lagi,” kata Agung.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih, memastikan seluruh kebutuhan bahan pangan pokok di Ramadan dan Lebaran kali ini tersedia dengan baik. “Kami sebarkan tim ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota untuk meninjau langsung ke pasar, ke gudang Bulog, dan juga ke distributor. Sepanjang stok cukup, tidak akan ada harga yang naik. Kami juga berkolaborasi dengan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan dengan baik,” papar Karyanto. 
 
Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, menyampaikan komitmen pihaknya bersama pemerintah akan menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga. Menurutunya, pasokan sembilan bahan pokok yang diawasi oleh Bulog tercatat masih mencukupi. (Menko Perekonomian/591)