Peningkatan Ekspor Pertanian Sesuai Harapan?

Selasa, 21 Mei 2019, 09:44 WIB

Produksi pertanian selain untuk kebutuhan dalam negeri juga untuk ekspor. | Sumber Foto:Biro Humas dan Publik Kementan

AGRONET -- Kepala Pusat Data dan sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, mengatakan ketika ekspor nasional sedang melemah justru produk pertanian menunjukkan kinerja mengesankan. Kinerja positif Kementan ini sesuai dengan harapan pemerintahan Presiden Jokowi khususnya peningkatan ekspor dan investasi. 

Kariyasa menjelaskan, tahun 2018, volume ekspor produk pertanian berhasil meningkat 9 sampai 10 juta ton dibandingkan tahun 2013. "Hal yang sama juga terjadi pada aspek investasi pertanian," kata Kariyasa, di Jakarta, Selasa (21/5).

Kemudian, ungkap Kariyasa, volume ekspor produk pertanian tahun 2018 juga menanjak menjadi 42,5 juta ton dibandingkan 2013 sebanyak 33,5 juta ton. "Sehingga selama periode tersebut  mampu tumbuh sebesar 26,9 persen atau rata-rata 5,4 persen per tahun," ujarnya.

Sejak tahun 2015, ekspor produk pertanian telah terbukti mengalami lonjakan dibandingkan periode sebelumnya. Tahun itu, volume ekspor pertahun mencapai 40,4 juta ton.

Kariyasa menuturkan, pada tahun 2014 volume produk ekspor pertanian berjumlah 36,1 juta ton. Namun, ekspor pertanian sempat mengalami penurunan pada tahun 2016.

Saat itu volume ekspor produk pertanian sebesar 35,5 juta ton. Ekspor produk pertanian kembali membaik tahun 2017 mencapai 41,3 juta ton.

"Hal yang sama juga terjadi sampai Maret 2019. Ekspor produk pertanian menunjukkan kinerja yang membanggakan karena sudah mencapai angka 10,3 juta ton. Produk pertanian Indonesia juga terus mengalami surplus dalam perdagangan setiap tahunnya," pungkas Kariyasa.  (591)