Permudah Masyarakat, Toko Tani Hadir di Bogor

Jumat, 24 Mei 2019, 12:59 WIB

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, saat meresmikan pembukaan TTIC di Bogor, Juat (24/5). | Sumber Foto:Humas Badan Ketahanan Pangan Kementan

AGRONET -- Dalam upaya memudahkan masyarakat memperoleh pangan pokok yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, Kementerian Pertanian menghadirkan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di kota Bogor. TTIC ini tepat berada di tengah-tengah Kampus Penelitian Pertanian, Jl. Tentara Pelajar (Cimanggu) No.1 Bogor, Jawa Barat.

Keberadaan TTIC ini diharapkan dapat menetralisir gejolak harga pangan yang terjadi di kota Bogor. Apalagi dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri, serta Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) lainnya. 

“Dengan hadirnya TTIC di Bogor, masyarakat berkesempatan memperoleh komoditas pangan langsung dari Gapoktan/Lembaga Usaha Pangan Masyarakat, maupun dari distributor pertama," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, saat meresmikan pembukaan TTIC di Bogor, Jum'at (24/5).

Kehadiran TTIC di kota Bogor ini sangat strategis karena stabilisasi harga pangan di kota Bogor dapat mempengaruhi harga pangan di kota Jakarta yang menjadi barometer harga pangan di level nasional. "Keberadaan TTIC akan memperpendek distribusi penjualan hasil pertanian, karena produknya didatangkan langsung dari petani atau pemasok pertama, diterima di TTIC dan langsung dijual ke konsumen akhir. Dengan demikian harganya lebih murah dibandingkan di pasar," tambah Agung.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) telah membangun TTIC di setiap ibu kota provinsi. Guna melancarkan fungsinya, TTI Center dapat bermitra dengan koperasi, distributor, serta beberapa pelaku industri lainnya.

TTI Center memiliki jejaring distribusi Toko Tani Indonesia (TTI) yang sebagian besar berada di pemukiman untuk menjangkau konsumen lebih luas sehingga distribusi pangan lebih efektif dan efisien. Sampai akhir Mei ini BKP Kementan sudah memiliki 4.381 TTI di seluruh Indonesia. Khusus di kota Bogor sudah ada 87 TTI dan kabupaten Bogor 69 TTI.

Pada acara peresmian TTIC di Kampus Penelitian Pertanian, Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, menyambut gembira kehadiran TTIC di Bogor. Menurutnya, dengan hadirnya TTIC ini, maka masyarakat Bogor dapat memenuhi kebutuhan pangan berkualitas dan harga terjangkau.

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP yang juga sebagai penanggung jawab TTIC, Risfaheri, meminta agar keberadaan TTIC di Bogor ini dapat dikelola dengan baik dan terus dikembangkan. Berbagai inovasi dalam pengembangan TTI terus dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi distribusi pasokan. Salah satunya mengembangkan transaksi online melalui e-commerce antara TTI dengan Gapoktan.

Risfaheri pun mengapresiasi atas keterlibatan Gapoktan dan TTI dalam perdagangan secara online yang begitu pesat. “Meski baru dikembangkan pada awal tahun 2018, namun transaksi melalui e-commerce sampai akhir Mei 2019 khususnya beras diperkirakan sudah mencapai Rp11,6 milyar, dengan melibatkan 423 Gapoktan dan 1.172 TTI. Hal ini merupakan prestasi tersendiri," pungkas Risfaheri.

Bagi masyarakat, khususnya yang berdomisili di Kota Bogor dapat berbelanja di TTI Centre yang antara lain menjual: Beras dengan harga Rp8.500/kg, cabai merah Rp10.000/kg, bawang merah Rp22.000/kg, dan bawang putih Rp25.000/kg. Kemudian ayam dengan harga Rp30.000/kg, telur ayam Rp22.000/kg, daging sapi segar Rp75.000/kg, gula pasir Rp11.000/kg, dan minyak goreng Rp10.000/liter.

Dalam launching TTIC ini selain dihadiri sejumlah pejabat Kementan, juga  hadir Dirut PT. Indoguna Utama, Dirut PT. Suri Nusantara Jaya, dan Dirut PT. Charoend Pokphand Indonesia. Hadir juga Direktur BPD Agro, Ketua Asosiasi PUPM Jawa Barat, dan Ketua Gapoktan Wargi Panggupay. (591)